Headline, Perbankan

PLN Peroleh Kredit dari Cina dan Konsorsium Bank BUMN

PLN menandatangani perjanjian kredit dari Cina dan konsorsium bank BUMN. PLN mendapatkan US$138 juta dari Cina. Sedangkan dari konsorsium bank BUMN sebesar US$328 juta. Pinjaman ini merupakan pencapain signifikan dalam fast track program PLN 10.000 MW. Kristopo      

 

Jakarta–Direktur Utama PLN, Fahmi Mochtar menandatangani tiga perjanjian fasilitas kredit jangka panjang. Ketiga fasiltas kredit tersebut, pertama, untuk pembangunan PLTU2 Jawa Tengah di Adipala (1 x 660 MW) senilai US$625 juta.

 

Kedua, untuk PLTU Sumatera Barat di Teluk Sirih (2 x 112 MW), senilai US$138 juta dengan China Development Bank (CDB). CDB sebagai lead arrange. Sedangkan Bank ICBC Indonesia sebagai agen.

 

Ketiga, untuk PLTU Lampung di Tarahan (2 x 200) dan PLTUSumatera Utara di Pangkalan Susu (2 x 200 MW) senilai US$328 juta ekivalen dengan Rp3,9 triliun dengan konsorsium BRI, Bank Mandri dan BNI.

 

“Ketiga proyek tersebut tercakup dalam proyek 10.000 MW untuk mendukung proyek percepatan pembangunan pembangkit 10.000 MW (fast track program),” kata Fahmi, kepada wartawan di sela-sela acara penandatanganan tersebut, pada 14 Oktober 2009, di kantor Menteri Keuangan, di  Jakarta.    

 

Bank Mandiri pada penandatanganan kerjasama ini dilakukan Direktur Bank Mandiri, Riswinandi. Bank Mandiri memberikan kredit konsorsium sebesar Rp1,28 triliun.

 

Sedangkan BNI yang menandatangani perjanjian kerjasama ini adalah Direktur BNI, Krishna Suparto. BNI memberikan kredit konsorsium sebesar Rp1,28 triliun. Sisa kredit konsorsium Bank BUMN ini dari BRI. BRI diwakili Direktur BRI, Asmawi Syam.

 

Sementara itu,wakil CDB yang menandangani perjanjian kerjasama yang disaksikan Menteri Keuangan ini adalah Vice Governor of Fujian Branch, Zhao Fangqiang. Sedangkan Bank ICBC Indonesia diwakili President Director Bank ICBC Indonesia, Yuan Bin.

 

Fasilitas kredit dari CDB diberikan dengan tenor 13 tahun door to door termasuk grace period sampai tiga tahun, berbasis LIBOR dan bertenor lebih panjang dari yang tersedia di pasar pinjaman komersial.

 

Sedangkan kredit dari konsorsium BRI diberikan dengan tenor 10 tahun door to door termasuk grace period sampai tiga tahun berbasis JIBOR.  (*)
 

 

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *