Ekonomi dan Bisnis, Headline

Perbandingan Angka Kemiskinan BPS vs Bank Dunia

Banyak negara yang juga mengeluarkan data kemiskinan versi negara masing-masing. Data resmi kemiskinan yang dikeluarkan suatu negara pada umumnya terletak di antara dua versi data yang dikeluarkan Bank Dunia.

 

Jakarta–BPS melakukan perhitungan jumlah penduduk miskin berdasarkan kebutuhan dasar minimal yang harus dipenuhi seseorang, baik untuk makanan maupun non-makanan, dan itu dilakukan secara konsisten sejak 1984 hingga kini. Bank Dunia melakukan perhitungan jumlah penduduk miskin berdasarkan pengeluaran per kapita setara dengan US$1 dan US$2 PPP (Purchasing Power Parity), dengan tujuan untuk memperoleh keterbandingan tingkat kemiskinan antar negara.

 

Demikian ditulis Badan Pusat Statistik (BPS), yang disampaikan dalam Data Strategis BPS, yang dikeluarkan pada Agustus 2009, seperti dikutip dalam website-nya.

 

Dalam laporannya disebutkan, untuk membandingkan angka kemiskinan antarnegara, Bank Dunia menghitung garis kemiskinan dengan menggunakan pengeluaran konsumsi yang dikonversi ke dalam US$ PPP (Purchasing Power Parity/Paritas Daya Beli), bukan nilai tukar US$ resmi.

 

Angka konversi PPP menunjukkan banyaknya rupiah yang dikeluarkan untuk membeli sejumlah kebutuhan barang dan jasa, di mana jumlah yang sama tersebut dapat dibeli seharga US$1 di Amerika.

 

Angka konversi ini dihitung berdasarkan harga dan kuantitas di masing-masing negara yang dikumpulkan dalam suatu survei yang biasanya dilakukan setiap lima tahun sekali.

 

Chen dan Ravallion (2001) membuat suatu penyesuaian angka kemiskinan dunia dengan menggunakan garis kemiskinan US$1 PPP per orang per hari.

 

Berdasarkan penghitungan yang mereka lakukan, pada 1993 garis kemiskinan US$1 PPP per orang per hari adalah ekuivalen dengan Rp20.811 per orang per bulan.

 

Garis kemiskinan PPP disesuaikan dari waktu ke waktu dengan angka inflasi yang menggunakan Indeks Harga Konsumen. Pada 2006 garis kemiskinan US$1 PPP ekuivalen dengan Rp97.218 per orang per bulan dan garis kemiskinan US$2 PPP ekuivalen dengan Rp194.439 per orang per bulan.

 

Perbandingan garis kemiskinan dan persentase penduduk miskin di Indonesia pada 2006 menurut BPS dan Bank Dunia adalah sebagai berikut:

 

Selain Indonesia, banyak negara yang juga mengeluarkan data kemiskinan versi negara masing-masing. Data resmi kemiskinan yang dikeluarkan suatu negara pada umumnya terletak di antara dua versi data yang dikeluarkan Bank Dunia.

 

Untuk Cina dan India, data resmi kemiskinannya lebih rendah dari data kemiskinan Bank Dunia untuk kriteria US$ 1 PPP.

 

BPS melakukan perhitungan jumlah penduduk miskin berdasarkan kebutuhan dasar minimal yang harus dipenuhi
seseorang, baik untuk makanan maupun non-makanan, dan itu dilakukan secara konsisten sejak 1984 hingga kini.

 

Bank Dunia melakukan perhitungan jumlah penduduk miskin berdasarkan pengeluaran per kapita setara dengan US$1 dan
US$2 PPP (Purchasing Power Parity), dengan tujuan untuk memperoleh keterbandingan tingkat kemiskinan antar negara.

 

Nilai pengeluaran US$1 per kapita per hari berada di bawah garis kemiskinan yang dihitung BPS, sebaliknya nilai pengeluaran
US$2 per kapita perhari berada di atas garis kemiskinan BPS, artinya lebih besar dari kebutuhan dasar minimal.

 

Untuk melihat apakah jumlah penduduk miskin cenderung meningkat atau menurun, harus menggunakan seri data dari sumber yang sama (konsisten). Tidak akan ada maknanya bila satu tahun tertentu menggunakan data BPS, tetapi tahun lainnya menggunakan data dari Bank Dunia, atau sebaliknya. (*)

 

 

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *