Analisis, Headline

RBC 3 Perusahaan Asuransi Jiwa Mengkhawatirkan

Untuk memanfaatkan ruang pertumbuhan bisnis 2010, industri asuransi jiwa harus mengamankan posisi RBC. Sebab, masih ada perusahaan asuransi yang RBC-nya minus. Produk dan instrumen investasi yang faktor risikonya nol menjadi pilihan. Karnoto Mohamad 

 

Badai krisis keuangan global sudah lewat. Tapi, imbasnya masih menurunkan stamina industri asuransi nasional. Rapor sejumlah perusahaan asuransi jiwa pun belum sehat benar.

 

Salah satunya tercermin dari risk based capital (RBC)-nya yang tergerus. Kendati menurunnya RBC bisa menjadi indikasi bahwa perusahaan terlalu aktif berjualan sehingga pos kewajiban menjadi tinggi, ada ketentuan minimum RBC sebesar 120% yang harus dipatuhi.

 

Jika di bawah itu, lampu merah bagi perusahaan asuransi tersebut. Dia juga akan berada di bawah pengawasan pemerintah. Tahun lalu Biro Perasuransian Badan Pengawas Pasar Modal dan Lembaga Keuangan (Bapepam-LK) pun sudah memberikan sanksi peringatan kepada beberapa perusahaan asuransi jiwa karena mengelola dana investasi pada pihak ketiga yang tidak diakui sebagai kekayaan yang diperkenankan (admitted asset) sehingga RBC-nya anjlok.

 

Biro Riset Infobank (birI) mencatat, jumlah perusahaan asuransi jiwa tak sehat masih belum berkurang sejak krisis pada 2008. Jika akhir 2007 hanya ada tiga perusahaan asuransi jiwa yang RBC-nya kurang dari 120%, pada akhir 2008 perusahaan asuransi jiwa yang RBC-nya minus ataupun positif tapi di bawah 120% ada enam perusahaan. Jumlah perusahaan asuransi yang sakit itu masih belum berkurang pada September 2009.

 

Sejumlah perusahaan asuransi jiwa yang harus bekerja keras menambah RBC-nya adalah Asuransi Jiwa Tugu Mandiri, Asuransi Jiwa Bumi Asih Jaya, dan Asuransi Jiwa Bumi Masyarakat Mandiri yang pada 2008 RBC-nya minus dan diperkirakan masih kesulitan pada 2009.

 

Begitu juga dengan Bakrie Life yang performanya menjadi bodong akibat investasinya hancur dan di-rush nasabahnya. Nusantara Life yang pada 2008 RBC-nya 264,56% pun menjadi -18,02% pada kuartal ketiga tahun lalu. Turunnya kesehatan Nusantara Life tak lepas dari kerugian akibat investasi di kontrak pengelolaan dana (KPD).

 

Kendati sejumlah perusahaan asuransi jiwa masih harus menambah RBC, masih banyak pemain yang RBC-nya cukup gemuk. RBC semua perusahaan asuransi joint venture cukup aman. Kendati mereka banyak yang terpukul badai krisis, karena produksi preminya ditopang produk unit link, RBC mereka relatif tenang.

 

Sebab, unit link merupakan produk asuransi berbasis investasi yang risikonya ada di nasabah sehingga perusahaan asuransi jiwa tidak harus menyisihkan cadangan teknis.

 

Tak heran, unit link masih akan menjadi produk andalan perusahaan asuransi jiwa. Apalagi, demand-nya memang besar. Ketika memaparkan kinerja kuartal ketiga 2009, Asosiasi Asuransi Jiwa Indonesia (AAJI) mengemukakan adanya peningkatan produksi baru unit link sebesar 37,72% dan pertumbuhan produk berbasis investasi ini masih akan signifikan pada waktu mendatang.

 

Dari sisi investasi, instrumen yang faktor risikonya zero, seperti Surat Utang Negara (SUN), akan dipilih industri asuransi. Apalagi, imbal hasilnya cukup baik di tengah menurunnya suku bunga acuan Bank Indonesia (BI Rate). Per September lalu porsi investasi industri asuransi di SUN mencapai 15,65%.

 

Kalender 2010 diyakini banyak kalangan akan lebih baik daripada 2009. Selain dituntut memperkuat permodalan untuk memenuhi regulasi, industri asuransi jiwa harus menjaga tingkat solvabilitasnya untuk memanfaatkan ruang pertumbuhan yang cukup lebar pada 2010. (*)

 

PERFORMA ASURANSI JIWA (PER SEPTEMBER 2009) 
                                            
 
           

RBC
(%)                    
Jumlah Perusahaan

Di Atas 1.000               
4

500-1.000                    
6

120-500                      
24

Kurang dari 120          2

Tidak Diketahui          
9*

Ket: * 3 di antaranya diperkirakan RBC-nya minus

Sumber: Diolah oleh Biro Riset Infobank.      

 

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *