Headline, Perbankan

Chatib Basri: Jumlah Bank di Indonesia Terlalu Banyak

Jumlah bank di Indonesia harus sedikit. Dengan memiliki jumlah bank yang sedkit, maka Indonesia akan memiliki bank yang besar dan kuat. Kristopo

 

Jakarta–Jumlah bank di Indonesia idealnya harus sedikit. Karena dengan jumlah bank yang masih banyak di Indonesia, maka akan mudah menimbulkan ketidakpercayaan masyarakat terhadap perbankan.

 

Selain itu, dengan jumlah bank yang sedkit akan memunculkan bank yang kuat di Indonesia.

 

“Idealnya jumlah bank itu sedikit, tidak harus banyak. Karena tidak boleh membuat kompetesi antar bank yang menyebabkan sebentar-sebentar bank tersebut jatuh atau ditutup,” kata Direktur LPEM UI, M. Chatib Basri, kepada infobanknews.com, pada 18 Maret 2010, di Jakarta.

 

Dede, pangilan akrabnya, menambahkan, bank merupakan lembaga kepercayaan. Karena itu, jika ada salah satu bank ditutup, maka dapat menimbulkan kekhawatiran pada nasabah di bank lain.

 

"Jadi kompetisinya tidak bisa seperti itu. Karena itu, jumlahnya harus sedikit,” tambahnya.

 

Lebih jauh dia mengatakan, dengan adanya jumlah bank yang tidak banyak, maka akan melahirkan bank yang kuat di Indonesia.

 

“Kita selalu khawatir dengan bank asing yang masuk ke Indonesia dengan modal besar. Karena dapat mengambil pangsa pasar perbankan nasional. Kalau kita berpikir seperti itu, mengapa kita tidak berpikir terbalik. Kita bikin saja bank yang besar,” ujar Dede.

 

“Kita selalu berpikir bahwa kita merupakan korban globalisasi. Seharusnya kita tidak berpikir seperti itu, justru kita harus menjadi pemain di era globalisasi. Misalnya dengan investasi di Vietnam dan negara-negara lain,” tegasnya.  

 

Mengenai harapan Indonesia untuk bisa memiliki bank besar dan kuat sebenarnya ada pada bank-bank BUMN yang ada saat ini.

 

Kalau beberapa bank BUMN digabungkan menjadi satu, maka Indonesia akan memiliki bank besar dan kuat.

 

Namun, harapan Indonesia untuk memiliki bank besar dan kuat harus ditunda dulu. Karena Menteri BUMN minta menunda penggabungan bank BUMN selama dua tahun.  

 

“Ini karena antar institusi, susah ngomongya, panjang bicaranya. Kalau ini dapat dilakukan kita akan memiliki satu bank besar dan kuat. Jadi, kita bisa berharap dari bank besar itu,” ujar Dede.

 

Tentang berapa jumlah bank yang ideal yang ada di Indonesia, Dede enggan menjawabnya.

 

“Kalau jumlah saya tidak tahu, ya, pokoknya sedikit,” tegasnya. (*) 

 

One comment

  1. Pingback: Basi_2: jumlah ideal bank atau perbankan ideal? « Blog nya si- Sri

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *