
Jangan pernah putus asa mencintai Indonesia. Tidak perlu alasan untuk mencintai negeri ini, karena itulah kita bekerja karena tahu seluruh energi akan diserap oleh bumi, negara dan tanah air sebagai pupuk yang menumbuhkan pohon-pohon untuk merindangi republik ini. Paulus Yoga
Jakarta–Kepergian Sri Mulyani Indrawati dari Indonesia, bukan tanpa penyesalan. Namun, rasa bangga ada anak bangsa yang memimpin salah satu lembaga paling berpengaruh di dunia bernama Bank Dunia harus lebih dikedepankan.
Bu Ani, demikian SMI akrab disapa, punya pemikiran lain atas kepergiannya ke Washington, AS. Menurutnya, selama ide yang ia tunjukkan selama menjabat Menteri Keuangan dalam membangun Indonesia yang lebih baik dapat terus dipertahankan, maka ia tidak akan khawatir akan masa depan republik ini.
“Saya tidak pesimis dengan Indonesia, karena banyak putera-puteri bangsa yang memiliki ide yang sama,” ujarnya dalam malam perpisahan di Garaha Niaga, Jakarta, pada 19 Mei 2010.
Selama meninggalkan Tanah Air, ia berharap, pertemanan yang ditunjukkan lewat kehadiran kawan-kawannya dalam “Malam Betawi Bersama Sri Mulyani Indrawati” ini dapat terus terjaga untuk memberikan yang terbaik bagi Indonesia.
“Dapat terus berhubungan dan membangun Indonesia menjadi negara yang lebih baik lagi,” tuturnya.
Menurutnya, tidak perlu alasan untuk mencintai Indonesia, karena untuk itulah ia bekerja, demi memberikan yang terbaik bagi Ibu Pertiwi.
“Jangan pernah putus asa mencintai Indonesia. Tidak perlu alasan untuk mencintai negeri ini, karena itulah kita bekerja karena tahu seluruh energi akan diserap oleh bumi, negara dan tanah air sebagai pupuk yang akan menumbuhkan pohon-pohon untuk merindangi republik ini,” tandasnya.
Dalam kesempatan tersebut, ia juga menekankan untuk mengusung dan menyatukan ide dan harapan yang sama, dalam mencekal pihak-pihak yang berusaha membajak Indonesia.
“Saya menganggap ini sebagai satu pertemuan bagi kita semua, untuk tersadarkan bahwa tanggung jawab menjaga Indonesia ada di pundak kita semua, bukan segelintir orang,” pungkasnya.
Kalimat terakhir yang ia ucapkan pun menunjukkan optimismenya pada Indonesia, ia berujar, “Ini bukan perpisahan. Selamat berjuang, selamat menjaga Indonesia.” (*)


