Analisis, Headline

Bank Pemberi Remunerasi Terbesar: BCA, CIMB Niaga, Danamon, dan Bank BUMN

sejak investor asing masuk, sistem penggajian direksi tidak mempunyai standar yang baku, misalnya seperti berbasis pada survei yang lazim terjadi. Di sisi lain, pola yang dipakai oleh bank-bank BUMN relatif lebih seragam. Bahkan, tunjangan purnajabatan pun sudah diatur dengan jelas sejak dua tahun terakhir. Tim Infobank

Biro Riset Infobank (birI) membuat kajian mengenai tren gaji bankir selama dua tahun terakhir berdasarkan laporan GCG bank yang dilaporkan ke Bank Indonesia (BI). Kajian itu memuat empat aspek penting, yaitu (1) mengenai besarnya remunerasi direksi dan komisaris sebuah bank, (2) rata-rata remunerasi direksi bank, (3) disparitas antara gaji karyawan tertinggi dan karyawan terendah, serta (4) porsi gaji bankir dan komisaris terhadap total laba.

Bagaimana sebenarnya potret gaji bankir pada 2010? Menurut data Biro Riset Infobank, pada 2009 kenaikan biaya gaji komisaris dan direksi tidak lebih dari 5%. Atau, sedikit menurun dibandingkan dengan periode sebelumnya yang total biaya remunerasi seluruh direksi dan komisaris mencapai Rp2,03 triliun. Namun, naik tipis dibandingkan dengan tahun sebelumnya yang mencapai Rp1,93 triliun.

Nah, jika memperhatikan secara saksama angka-angka yang dikeluarkan bank-bank, ternyata ada sejumlah bank yang justru biaya remunerasinya kempis. Namun, tidak sedikit yang naik. Bank-bank kakap yang remunerasinya kempis, kendati masih masuk jajaran 10 besar pemberi remunerasi terbesar, antara lain BCA, Bank CIMB Niaga, dan Bank Danamon. Bank kakap lain, terutama seluruh bank pelat merah, remunerasinya mendaki.

Bank-bank yang membayar remunerasi direksi dan komisarisnya terbesar adalah BCA, Bank Mandiri, BRI, Bank CIMB Niaga, Bank Danamon, BNI, Bank Jabar Banten (BJB), Standard Chartered Bank, PermataBank, dan Bank Internasional Indonesia (BII).

Bank-bank tersebut membayar remunerasi direksi dan komisarisnya di atas Rp50 miliar. Meskipun demikian, bukan berarti bank-bank tersebut membayar gaji direksi dan komisarisnya terbesar karena masih harus dibagi oleh jumlah direksi dan komisaris secara rata-rata.

Menurut catatan Infobank, sejak investor asing masuk, sistem penggajian direksi tidak mempunyai standar yang baku, misalnya seperti berbasis pada survei yang lazim terjadi. Di sisi lain, pola yang dipakai oleh bank-bank badan usaha milik negara (BUMN) relatif lebih seragam. Bahkan, tunjangan purnajabatan pun sudah diatur dengan jelas sejak dua tahun terakhir.

Dalam kajian itu, yang menarik perlu digarisbawahi adalah remunerasi bankir-bankir bank pembangunan daerah (BPD). Empat tahun belakangan ini remunerasi bankir BPD sudah lebih transparan dengan nilai yang tidak kecil.

Bahkan, ada tiga BPD yang masuk kategori 20 besar bank pemberi remunerasi terbesar, seperti Bank BJB dan Bank Sumut (Sumatra Utara). Tahun lalu tiga BPD yang masuk tiga besar adalah Bank BJB, Bank Jateng (Jawa Tengah), dan Bank Sulut (Sulawesi Utara).

Kenyataan itu tentu perlu diapresiasi karena kalangan BPD sudah menghargai profesionalisme. Namun, bukan berarti bankir-bankir BPD ini tidak mendapat tantangan dari kalangan Dewan Perwakilan Rakyat Daerah (DPRD) dan kalangan pemerintah daerah (pemda) yang sering kali mengatakan bahwa gaji gubernur masih lebih rendah daripada gaji direksi BPD.

”Hal yang paling rumit dialami oleh BPD dan bahkan seluruh BPD (adalah) menghadapi dinamika politik di daerah,” kata seorang mantan direktur utama (dirut) BPD kepada Infobank.

Untuk bank-bank dengan aset menengah dan kecil, kondisi remunerasinya sangat jauh berbeda dengan bank-bank besar. Menurut data Biro Riset Infobank, ada 49 bank yang memberi remunerasi direksinya tidak lebih dari Rp1 miliar per tahun.

Angka ini sebenarnya sudah relatif meningkat dibandingkan dengan tahun sebelumnya. Ketika itu 57 bank memberi remunerasi direksinya tidak lebih dari Rp1 miliar tiap tahun.

Bank-bank yang memberikan kompensasi kepada direksinya di bawah Rp1 miliar sebagian kecil adalah BPD. Umumnya bank-bank yang dikelola keluarga juga memberikan imbalan yang lebih rendah kepada direksinya.

Sedangkan bank-bank yang memberikan remunerasi di atas Rp1 miliar ada 74 bank. Bahkan, BCA dan Bank BJB memberikan remunerasi tahunannya mencapai di atas Rp10 miliar untuk rata-rata tiap direksinya. (*)

 

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *