Headline, Perbankan

Penetapan Remunerasi Para Bankir Tergantung Pemilik Bank

Remunerasi direksi dan komisaris bank di Indonesia sudah dapat disejajarkan dengan beberapa bankir di ASEAN. Jadi, jika ada niat dari BI untuk membatasi gaji bankir, itu sangatlah tidak kondusif. Tim Infobank

 

Pertanyaan yang mendasar, apakah gaji bankir yang tinggi disebabkan oleh perolehan net interest margin (NIM) yang tinggi atau NIM tinggi karena gaji bankirnya yang tinggi? Dua hal yang berbeda. Satu sisi mengandung penghargaan atas kerja keras mencapai NIM yang tinggi, sisi lain mencari yang tebal karena biaya yang besar.

 

Namun, dalam kajian Biro Riset Infobank, tidak ada korelasi antara NIM tinggi dan gaji bankir. Tidak ada hubungan antara laba besar dan gaji tinggi. Juga, tidak ada korelasi yang segaris antara laba atau NIM dan gaji karyawan. Boleh jadi, penetapan remunerasi para bankir ini tergantung dari para pemilik. Hal ini menjadi wilayah kewenangan pemilik.

 

Di sisi lain, yang perlu diperhatikan adalah ulah para bankir yang sedang membenahi bank yang baru ditangani. Rumus yang selalu muncul adalah membuat pencadangan yang besar atau menurunkan kualitas kredit sehingga laba terkesan rendah dengan harapan setahun lagi dapat dinikmati, yang seolah-olah sebuah prestasi. Hampir seluruh bank, baik yang pelat merah, kuning, maupun hitam, melakukan hal yang sama.

 

Nah, jika bankir tersebut mendapatkan tantiem dengan cara menurunkan kualitas kredit secara besar-besaran dengan harapan dapat dinikmati sebagai prestasi, bankir tersebut tentu akan bermusuhan dengan pendahulunya. Para pemilik bank harus waspada dengan model bankir seperti ini.

 

Remunerasi direksi dan komisaris bank di Indonesia sudah dapat disejajarkan dengan beberapa bankir di ASEAN. Jadi, jika ada niat dari BI untuk membatasi gaji bankir, itu sangatlah tidak kondusif.

 

Jangan sampai BI mengatur segalanya, setelah suku bunga dana, acuan suku bunga kredit, besarnya NIM, dan besar-kecilnya biaya promosi, bahkan besarnya gaji bankir.

 

Boleh jadi, yang harus ditetapkan adalah jurang perbedaan antara gaji tertinggi dan terendah. Sudah tentu pula perlu dipikirkan nasib tenaga outsourcing yang terkait dengan operasional bank sebab di situlah bom waktunya.

 

Apalagi, tidak ada hubungannya besar-kecilnya gaji dengan sepi kredit atau basah likuiditas. Remunerasi direksi dan komisaris terus mendaki. Perlahan tapi besar. Naik-naik ke puncak gaji. (*)

 

 

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *