Headline, Perbankan

BI: Modal, SDM, dan Infrastruktur Hambat Kemajuan BPR

Tiga masalah pada BPR harus segera di atasi. Karena untuk meningkatkan daya saing BPR terhadap bank umum yang melayani sektor UMKM. Kristopo

 

Jakarta–Deputi Gubernur Bank Indonesia (BI) S. Budi Rochadi mengatakan, terdapat tiga hal yang menghambat kemajuan perkembangan BPR selama ini. Tiga hal tersebut harus segera dibenahi.

 

Tiga masalah yang dimaksud Budi Rochadi, pertama, masalah permodalan. Kedua, masalah SDM yang memiliki kompetensi dan integritas tinggi. Ketiga, memiliki iinfrastrutur yang baik.

 

"BPR agar dapat memenangkan persaingan dengan BPR lain dan bank umum yang melayani pasar UMKM harus memenuhi modal yang telah ditetapkan BI. Jika tidak memenuhi modal minimum akan sulit bersaing," kata Budi Rochadi, saat memberikan sambutan pada acara Musyawarah Nasional (Munas) VIII Perbarindo 2010, pada 8 November 2010, di Jakarta.

 

Budi menambahkan, di masa depan, agar BPR dapat bersaing dengan bank umum yang melayani UMKM, BPR harus membentuk semacam community bank.

 

Community bank maksudnya adalah bank yang dapat melayani kebutuhan nasabah di lingkungan dimana BPR berada.

 

"Kalau BPR tersebut berada di lingkungan pertanian. Maka BPR tersebut memberiikan kredit kepada sektor pertanian. Bukan memberikan kredit kepada sektor lain. Sedangkan jika BPR berada di lingkungan perkotaan. Maka BPR tersebut dapat melayani masyarakat perkotaan untuk berbagai macam pembayaran. Misalnya pembayaran PLN dan lain-lain," jelasnya.

 

Lebih jauh Budi Rochadi mengatakan, saat ini BI sedang membuat aturan mengenai community bank agar BPR dapat beroperasi dengan baik.

 

"Pembuatan aturan community bank ini berkaitan dengan Arsitektur Perbankan Indonesia (API) yang masih diselesaikan. Jika API telah selesai, maka akan terlihatCommunity bank bagi BPR seperti apa," ujarnya. (*)

 

 

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *