Headline, Moneter dan Fiskal

Agar Modal Masuk Tidak Keluar, BI Kurangi Porsi SBI

Tiga langkah yang diambil BI terkait penawaran SBI telah mengurangi porsi asing menjadi hanya 15% dari posisi akhir tahun 2009 sebesar 52%. Paulus Yoga

 

Bandung–Bank Indonesia (BI) mencoba menahan aliran modal masuk (capital inflow) selama mungkin di Indonesia, dengan mengurangi penawaran Sertifikat Bank Indonesia (SBI) bertenor pendek.

 

Kepala Biro Pengembangan dan Pengaturan Pengelolaan Moneter BI Filianingsih Hendarta mengatakan, sejak Maret 2010 BI telah melakukan tiga kebijakan untuk menahan capital inflow lebih lama di Indonesia agar terhindar dari sudden reversal.

 

"Pada Maret dikeluarkan Peraturan Pemerintah (PP) SBI untuk memperpanjang tenor, dan mulai melelang SBI dari mingguan ke bulanan. Kemudian pada Juli ditetapkan kebijakan one month holding period, jadi yang membeli SBI harus menahan selama 28 hari. Dan yang terbaru dengan menonaktifkan SBI bertenor 3 bulan dan mengedepankan tenor 6 dan 9 bulan," paparnya.

 

SBI sendiri bukan merupakan instrumen untuk investasi, melainkan instrumen Operasi Pasar Terbuka (OPT) BI untuk menyerap dan menyuntikkan likuiditas di pasar untuk jangka waktu tertentu.

 

"Posisi capital inflow asing terakhir mencapai Rp126 triliun yang masuk. Komposisinya sendiri telah bergeser, sebagian besar di Surat Utang Negara (SUN) sebesar 69% dari tahun 2009 sebesar 29%, SBI 15% dari 52%, dan pasar saham 16% dari 19%," tandasnya.

 

Pergeseran tersebut akibat kebijakan yang dilakukan BI yang terus mengurangi porsi SBI bertenor pendek di pasar, dan mulai mengedepankan Term Deposit untuk menyerap likuiditas. (*)

 

 

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *