Headline, Moneter dan Fiskal

Menkeu: Penyerapan APBN 2010 Mencapai 93,6%

Untuk DIPA 2011, Menkeu menyatakan penyerahan diakhir 2010 bagi DIPA 2011 menunjukkan komitmen agar seluruh program baik di tingkat pusat maupun daerah dapat mencapai target sesuai perencanaan.

 

Jakarta–Menteri Keuangan Agus D.W. Martowardojo mengatakan, pemerintah menargetkan penyerapan anggaran pendapatan dan belanja negara (APBN) 2010 mencapai 93,6% atau lebih tinggi dibandingkan tahun sebelumnya.

 

"Beberapa waktu lalu ,kita telah tempuh langkah penyederhanaan pelaksanaan (pengadaan, red) barang dan jasa untuk percepat penyerapan. Data realisasi 23 Desember 2010 dan diperhitungkan permintaan surat perintah bayar maka penyerapan akhir 2010 nanti diperkirakan 93,6%," kata Menkeu saat memberikan laporan dalam acara penyerahan DIPA 2011 di Istana Negara Jakarta, Selasa, 28 Desember 2010.

 

Seperti dilaporkan Antara, Agus menyatakan keyakinannya itu berangkat dari sejumlah langkah yang sudah dilakukan.

 

Menurut Menkeu, pada 3 Desember 2010 realisasi penyerapan DIPA 2010 mencapai 83,4% dari pagu APBN-P 2010, sedikit lebih rendah dibandingkan 2009 yaitu posisi 23 Desember 2009 mencapai 86,5%.

 

Namun, dari jumlah permintaan surat perintah bayar dan sejumlah indikator lainnya, Menkeu menyatakan keyakinannya bahwa penyerapan anggaran akan tercapai.

 

Sementara itu, untuk DIPA 2011, Menkeu menyatakan penyerahan diakhir 2010 bagi DIPA 2011 menunjukkan komitmen agar seluruh program baik di tingkat pusat maupun daerah dapat mencapai target sesuai perencanaan.

 

"Percepatan penyerahan DIPA 2011, sesungguhnya salah satu upaya kementerian dan lembaga sesegera mungkin lakukan kegiatannya pada 2011. Proses pelelangan bisa dilakukan akhir 2010 dan awal 2011 bisa perikatan kontraknya dan harus didukung semua pihak," kata Menkeu.

 

"Keberhasilan percepatan DIPA 2011, tidak berarti bila tidak diikuti langkah serius kelola dana. Pemenuhan berbagai persyaratan dan pahami berbau kebijakan akan dorong daya serap anggaran," tambah Menkeu.

 

Ia menambahkan, pada 2011, perencanaan PBN menggunakan sistem penganggaran berbasis kinerja berorientasi pada output dan outcome, sehingga bisa menjamin visi yang diharapkan.

 

Pengguna DIPA terbesar pada 2011 adalah Kementerian Pekerjaan Umum, diikuti oleh Kementerian Pendidikan Nasional dan Kementerian Pertahanan.

 

APBN 2011 meningkat sebesar 11,3% dari tahun sebelumnya senilai Rp1.104,9 triliun berasal dari pendapatan negara dan hibah.

 

Penerimaan perpajakan diharapkan dapat menyumbang sebesar Rp850,3 triliun atau 77% dari total pendapatan negara dan hibah.

 

Sedangkan rasio perpajakan terhadap PDB tahun depan diperkirakan sebesar 12,1% dengan penerimaan negara bukan pajak sebesar Rp250,9 triliun dan penerimaan hibah sebesar Rp3,7 triliun.

 

Anggaran belanja negara dialokasikan sebesar Rp1.229,6 triliun atau meningkat sebesar 92,% dari tahun anggaran sebelumnya.

 

Defisit anggaran diperkirakan sebesar Rp124,7 triliun atau 1,8% dari PDN yang akan dibiayai dari sumber-sumber pembiayaan dalam negeri maupun luar negeri.

 

Dengan pengelolaan dan pemanfaatn ABPN Tahun Anggaran 2011 secara maksimal pemerintah berharap perumbuhan ekonomi nasional dapat dicapai 6,4% dengan laju inflasi 5,3%, pengurangan tingkat kemiskinan menjadi 11,5-12,5% dan penurunan tingkat pengangguran menjadi 7,0% dari 7,14% pada 2010.(*)

 

 

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *