Headline, Perbankan

Pembobolan Dana Nasabah Bisa Terjadi Setiap Hari?

Secara umum setiap bank telah memiliki sistem pengolaan resiko (risk management) yang baik. Namun, siapa sangka sistem tersebut masih bisa dibobol dan diyakini terjadi setiap saat. Dwitya Putra

Jakarta–Kasus pembobolan dana nasabah Citibank dan Bank Negara Indonesia (BNI) yang konon akan dibobol senilai Rp4,5 miliar, namun digagalkan, ternyata merupakan hal yang biasa terjadi.

Ekonom Standard Chartered, Fauzi Ichsan mengatakan, dari setiap ribuan transaksi perbankan setiap harinya, diyakini pasti ada karyawan yang lalai atau melakukan penyelewengan. Namun, menurutnya, tensinya itu sangat kecil.

“Saat ini sistem keamanan perbankan sebetulnya sudah bagus, dan sekarang tinggal implementasikannya. Masalahnya, dari ribuan transaksi pasti ada saja yang lalai. Kalau, misalnya, yang melakukan penyelewengannya pelakunya junior biasanya kecil, namun kalau yang melakukan penyelewengan senior jumlahnya pasti besar,” kata Fauzi kepada Infobanknews.com, di Jakarta, Kamis, 31 Maret 2011.

Ia mengatakan, secara umum setiap bank telah memiliki sistem pengolaan resiko (risk management) yang baik, di antaranya ketersediaan sumber daya manusia yang berkualitas serta pola kerjasama antar-bankir dalam menerapkan manajemen risiko melalui komunikasi.

Kalu hal itu dijalankan dengan benar dan baik, Fauzi mengayakini kemungkinan terjadi hal seperti itu sangat kecil sekali. Tetapi, lanjutnya, kembali lagi ke karyawannya masing-masing apakah ia berniat melakukan hal tersebut atau tidak.

“Misalnya, jika ada transaksi yang mencurigakan atau tidak wajar, maka pihak operation akan menelpon kembali nasabahnya menanyakan apa benar transaksi ini dilakukkan oleh nasabah. Sama seperti kita menggunakan kredit kredit diluar kebiasaannya, maka kita akan di telepon sama banknya. Pertanyaanya, apakah pihak operator sudah melakukan hal itu disetiap ada transaksi yang dikira-kira seperti itu?,” ungkap Fauzi.

Selain itu, hal lain yang dinilainya dapat menimbulkan penyelewengan dana nasabah, yaitu adanya kepercayaan berlebih yang dilakukan oleh nasabah kepada relationship manager (RM) bank karena sudah terbiasa mengelola dananya bertahun-tahun.

Menurutnya, seringkali nasabah memberikan intruksi kosong kepada RM dengan memberikan form kosong untuk mencairkan dana dari nomor rekening tertentu.

“Jadi, sering terjadi si nasabah memberikan intruksi kosong kepada relationship manager-nya untuk melakukan pentransperan dana. Dan itu bisa saja terjadi karena nasabahnya sudah percaya bertahun-tahun,” ujarnya. (*)

3 comments

  1. Artinya mau sebaik apapun management resiko, kalau mentalitas orangnya gak benar maka bank tetap akan bobol. Bagaimanapun juga saya mengucapkan selamat untuk program habis habis uang management resiko krn akhirnya ada juga bank yg dibobol.

  2. Management Resiko hanyanya bagaimana cara meminimalisir dampak dari resiko yang akan terjadi, karena Resiko pasti selalu ada.

    Karena antara Keamanan dan Kenyamanan selalu berbanding Terbalik,
    Tetapi antara Resiko dengan Keuntungan pastinya Berbanding Lurus (Hight Risk Hight Return)

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *