Headline, Perbankan

Pengumuman SBDK Berikan Dampak dalam 5 Tahun

Penetapan prime lending rate yang diharapkan dapat meningkatkan transparansi ke arah efisiensi industri perbankan untuk menekan tingkat suku bunga, ditengarai baru akan benar-benar terasa dampaknya dalam jangka waktu lima tahun ke depan. Paulus Yoga

Jakarta–Pemberlakuan pengumuman suku bunga dasar kredit (SBDK) atau kebijakan prime lending rate oleh Bank Indonesia per 31 Maret 2011 diperkirakan baru berdampak menyeluruh bagi industri perbankan dalam kurun lima tahun ke depan.

“SBDK ini 3-5 tahun ke depan baru blended untuk kompetisi yang terbuka, karena masyarakat yang mulai belajar bisa melihat sehingga bisa menggerus tingkat loyalitas terhadap satu bank tertentu dalam jangka panjang,” ujar Ekonom Bank BNI Ryan Kiryanto, kepada wartawan di Jakarta, Kamis, 3 Maret 2011.

Dalam jangka pendek, pemberlakuan pengumuman SBDK tersebut diharapkan dapat memengaruhi tingkat kompetisi di antara 10 bank terbesar semakin ketat lagi.

“Dampak jangka pendek mungkin hanya terjadi di bank-bank dengan peer group yang sama, yakni di 10 bank besar itu, sehingga┬á tingkat SBDK-nya bisa sama. Jadi akan terbentuk di peer group yang ini dulu karena segmen dan struktur permodalannya relatif serupa, baru nanti diikuti oleh bank-bank posisi 11-40,” tandas Ryan.

Ia optimistis, tingkat SBDK yang sama di 10 bank besar tersebut bisa kesampaian, karena sebelumnya 14 bank besar telah melakukan kesepakatan untuk menetapkan tingkat suku bunga deposito.

“Nah mudah-mudahan bisa juga untuk SBDK. Yang membedakannya nanti kan kalau sudah menjadi lending rate ke masyarakat tersebut yang dipengaruhi oleh premi risiko masing-masing debitur yang tidak sama,” imbuhnya.

Penghitungan SBDK ini sendiri terbentuk dari penjumlahan biaya dana (cost of fund), biaya overhead dan profit marjin.

“SBDK menjadi suku bunga setelah ditambahkan dengan premi risiko itu tadi,” tandas Ryan. (*)

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *