Analisis, Headline

Apa Saja Tugas Seorang Debt Collector?

Debt collector menjadi momok bagi nasabah, terutama nasabah pengemplang utang. Tak heran jika debt collector menjadi kepanjangantangan bank. Lantas, apa saja tugasnya, dan berapa komisi yang mereka terima? Tim Infobank

Sejatinya, tingkah laku debt collector atau si penagih utang tidak bisa disalahkan seratus persen. Sebab, ada juga sebagian nasabah yang turut menciptakan masalah. Seharusnya, nasabah melunasi minimal tagihan yang diharuskan bank sebagai konsekuensi dana yang telah dipakai. Tapi, dengan berbagai alasan, mereka juga banyak yang ingkar.

Lantas, lantaran hal inikan kehadiran debt collector? Apa saja sebenarnya tugasnya? Menurut salah seorang debt collector yang dihubungi Infobanknews.com, ada dua tugas utama seorang debt collector. Satu, menghubungi dan bertemu dengan pelanggan. Selain itu, meminta dan menerima pembayaran serta memberikan bukti pembayaran.

Dua, melakukan negosiasi dan menghubungi pihak-pihak yang terkait dengan pelanggan. Juga, melakukan tindakan lain yang layak menurut ketentuan hukum yang berlaku.

Menurut salah seorang debt collector yang tidak mau disebutkan namanya ini, setiap debt collector ditargetkan perusahaannya, agen debt collector, mengumpulkan Rp30 juta selama tiga bulan. Sedangkan, per kelompok ditargetkan Rp300 juta per bulan. “Satu kelompok berjumlah 13 orang,” ujarnya.

Untuk datang ke lapangan sendiri, ujar debt collector itu, mereka dilengkapi surat tugas, slip tagihan, surat kuasa, dan kuitansi. Sebelumnya, seorang debt collector juga mendapat training selama satu bulan, baik tentang kartu kredit maupun kasus-kasus yang bakal dihadapi di lapangan kelak.

Bagaimana cara penagihan yang diajarkan perusahaan kepada debt collector? “Cara penagihan datang ke langsung ke pengutang. Bila tidak ketemu, kita ngasih pesan. Caranya lain-lain. Kalau saya, ngasih surat penagihan tentang utang dia dan tawaran reschedule atau pembayaran lunas,” tutur debt collector bank asing ini.

Dia menambahkan, kalaupun tidak ditanggapi si pengutang, dia biasanya akan memberikan surat penegasan. “Menegaskan kalau kita benar-benar menagih. Jangka waktunya tiga hari sampai satu minggu,” ujar debt collector yang mengaku enjoy dengan pekerjaannya ini.

Menurutnya, bila utang tersebut sulit tertagih, debt collector sebenarnya tidak diperbolehkan melakukan penagihan secara paksa. “Tegas, tapi tidak menghalalkan segala cara. Orang yang berbeda penanganannya juga berbeda,” tambahnya.

Untuk komisi sendiri, masih ujar debt collector ini, tiap bank punya standar berbeda. Bank asing berkisar 8%-10%, sedangkan bank swasta 7%-9% dari total tagihan yang diterima. Kalaupun melebihi target, akan ada bonus paling sedikit Rp400.000.

Debt collector sebenarnya memang tidak perlu ditakuti. Dalam aplikasi kartu kredit, sebenarnya terdapat suatu ketentuan mengenai pernyataan atau persetujuan dari pemegang (pemohon) kartu kredit untuk menerima dan mengikatkan diri untuk tunduk dan mematuhi setiap atau semua syarat dan ketentuan, baik yang berlaku saat ini dan/atau pada kemudian hari beserta setiap perubahan-perubahannya, menurut kebijaksanaan dari bank, termasuk bertanggung jawab sepenuhnya atas semua tagihan.

Pasal 1338 Kitab Undang-Undang Hukum Perdata (KUHP) menyatakan bahwa semua persetujuan yang dibuat secara sah berlaku sebagai undang-undang bagi mereka yang membuatnya. Berdasarkan bunyi pasal tersebut, dengan menandatangani aplikasi kartu kredit, pemegang (pemohon) kartu kredit juga terikat dengan seluruh ketentuan sebagaimana dimaksud dalam persetujuan tersebut. (*)

 

5 comments

  1. Kalau boleh saran, penggunaan nama Debt Collector sebaiknya dihindarkan dan diganti dengan Unit Penanganan Kredit Bermasalah . Bank juga harus memberikan alternatif solusi yang bersifat Win Win Solution dengan nasabah yang sedang memiliki… Financial problem. Tidak semua nasabah kredit bermasalah Bad Character (BC)…bahkan ada yang berniat membayar dan disebabkan kemampuan keuangan sedang menurun sehingga belum sanggup untuk melakukan pembayaran. Untuk penanganan nasabah yang berkarakter penunggak, padahal memiiki kemampuan membayar, bank sebaiknya memberikan somasi kepada ybs. Banyak nasabah “BC” yang melakukan penganiayaan kepada petugas lapangan penanganan krediit bermasalah namun tidak pernah diberitakan, bahkan ada juga yang sampai meninggal dunia.Dari informasi seorang petugas penagih dari perusahaan jasa penanganan kredit bermasalah yang pernah melaporkan pemukulan yg dilakukan oleh nasabah kepada Polisi, namun Petugas kepolisian malah balik bertanya.seolah tidak percaya…..:koq seorang collector dipukul oleh nasabah..? sungguh sangat ironis sekali,,,,bukan??

  2. kalo saya pribadi,pertama kali yg saya lakukan ketika menagih adl dg cara memberi peringatan lisan, jika masih saja terjadi ktrlambatan berikan somasi .dan jika collection masih saja terlambat sita/segel saja unit jaminannya

  3. apa hukum perdata itu dapat menjamin semua akses ke jalur hukum,,
    kenapa,masih ada oknum sering berbicara,selagi mau bayar,kita tidak bisa meng eksekusi pemohon????

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *