Banking LifeStyle, Headline

Cara Berkelit Hadapi Debt Collector

Jangan sungkan-sungkan Anda untuk mengusir si penagih utang jika berprilaku tidak sopan. Apabila debt collector datang dan berlaku tidak sopan, maka Anda berhak mengusir, karena Anda tengah berada di rumah sendiri. Rully Ferdian

Jakarta–Penagih utang alias debt collector kian angker di mata nasabah. Betapa tidak. Terbunuhnya nasabah kartu kredit Citibank belum lama ini makin memiriskan masyarakat akibat ulah debt collector. Sudah bukan barang baru jika debt collector kerap memakan korban. Tidak saja barang, tapi juga nyawa melayang.

Bahkan, bank-bank pun masih memanjakan debt collector untuk menagaih tagihan macet kartu kredit. Utang memang mesti dibayar, tapi tidak dengan nyawa. Lantas, bagaimana nasabah menghindari dari si penagih utang?

Debt collector biasanya terbagi menjadi dua, yaitu debt collector yang berstatus sebagai karyawan atau internal, dan debt collector yang berstatus berdasarkan kontrak/kuasa atau external.

Kegiatan debt collector baik yang internal maupun external tadi kerap kali menyulitkan nasabah, terutama apabila masih dalam kondisi kesulitan keuangan, sehingga belum mampu membayar angsuran sesuai kewajibannya.

Karena itu, jika Anda berhadapan dengan debt collector, ada baiknya Anda mengajak bicara baik-baik kepada si penagih utang. Sampaikan saja bahwa Anda memang sedang dalam kondisi kesulitan keuangan dan jelaskan bahwa sesegera mungkin apabila sudah ada, maka Anda akan melakukan pambayaran, bahkan jika dimungkinkan akan melakukan pelunasan.

Jangan sungkan-sungkan Anda untuk mengusir si penagih utang jika berprilaku tidak sopan. Apabila debt collector datang dan berlaku tidak sopan, maka Anda berhak mengusir, karena Anda tengah berada di rumah sendiri.

Tanyakan pula identitas si penagih utang. Indentitas dapat berupa kartu karyawan, atau surat kuasa bagi external. Ini sangat penting untuk menghindari debt collector illegal yang berkeliaran. Bila terpaksa harus melakukan pembayaran kepada debt collector (yang diberi kewenangan secara tertulis) mintalah kwitansi atau bayarlah langsung ke kantor apabila dirasakan Anda tidak percaya pada debt collector yang datang.

Janjikan pembayaran sesuai kemampuan dan kepastian, tetapi apabila tidak ada yang diharapkan terhadap kepastian dan kemampuan, maka jangan berjanji walau dibawah tekanan, (janji lama tapi tepat akan lebih baik daripada janji karena takut tapi meleset).

Pertahankan unit kendaraan atau obyek jaminan. Hal ini sangat penting, mengingat kendaraan adalah milik Anda, sesuai dengan STNK dan BPKB (bagi yang membeli Motor/Mobil secara cicilan melalui Finance) sedangkan Hubungan Konsumen dan Finance/Bank/Koperasi, KartuKredit adalah hutang-piutang. Pasalnya, menurut hukum Perdata BUKAN Pidana, Polisi DILARANG menangani permasalahan Hutang (sesuai …… kepolisian nomor 2 tahun 2002). Hal ini perlu ditegaskan karena biasanya pihak Finance/Bank/Koperasi akan melaporkan Konsumen dengan tuduhan Penggelapan.

Laporkan polisi. Apabila debt collector bertindak memaksakan kehendak untuk menarik kendaraan/jaminan, karena tindakannya merupakan Perbuatan Melawan Hukum PIDANA, maka datanglah ke kantor polisi terdekat, dan buatlah laporan Tindak Pidana (TP) perampasan kendaraan dengan tuduhan pelanggaran pasal 368 KUHP dan pasal 365 ayat 2,3 dan 4 junto pasal 335 kuhp. Karena yang berhak untuk melakukan eksekusi adalah Pengadilan. Jadi, apabila mau mengambil unit kendaraan/jaminan harus membawa surat penetapan Eksekusi dari Pengadilan Negeri.

Titipkan kendaraan. Apabila dirasakan tidak mampu untuk mempertahankan kendaraan tersebut, maka titipkan kendaraan tersebut di kantor polisi terdekat dan mintalah surat tanda titipan.

Mintalah bantuan hukum. Apabila anda dirasakan tidak mampu menyelesaikan masalah ini, maka dapat meminta bantuan hukum kepada LPK (Lembaga Perlindungan Konsumen) KOMNAS PK-PU terdekat atau BPSK (Badan Penyelesaian Sengketa Konsumen) pada kantor Dinas Perdagangan setempat. (Sumber: KOMNAS PK-PU INDONESIA) (*)

 

4 comments

  1. Ketika debt clctor datang ke rumah menemui istri saya mau menarik kendaraan saya, kebetulan posisi saya lg di luar kota / kerja, saya jelaskan baik2 sepulang saya dari kerja insya allah saya transfer, tak ketemu jalan tengahnya, via telp debt clctor tsb memaki2 saya, bahkan menantang saya tuk berhadap2an dan meng anjing2 kan saya. Apakah saya bisa melaporkan ke polisi karna kejadian tsb?

  2. Hal ini termasuk dalam kekerasan verbal, ada dalam KUHP dan melanggar aturan yang dibuat BI. Catat nama dan waktu kejadian (bukti dan saksi jika ada), lalu laporan dahulu ke pihak bank ybs.(catat waktu laporan) dan jika masih dilakukan, anda akan tahu harus kemana.

  3. cara terbaik melawan debt collctr adalah lunasi saja hutang anda seseuai dg perjanjian. gitu aja kok repot.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *