Headline, Perbankan

Tidak Gunakan Debt Collector, Suku Bunga Kartu Kredit Bisa Naik

Adanya rekomendasi dari Komisi XI DPR RI kepada BI untuk meniadakan penggunaan debt collector membuat industri perbankan kemungkinan menaikkan suku bunga kartu kredit untuk menekan biaya. Paulus Yoga

Jakarta–Industri perbankan ditengarai menaikkan suku bunga kartu kredit dari 2-3% menjadi 5%, terkait kemungkinan dilarangnya penggunaan jasa pihak ketiga dalam penagihan tunggakan kartu kredit (debt collector).

“Bank bisa patok suku bunga lebih tinggi kalau debt collector dilarang. Jika saat ini 2-3%, maka bisa saja bank akan memberikan bunga kartu kredit mencapai 5% lebih,” tutur Kepala Biro Sistem Pembayaran BI Aribowo, kepada wartawan di Gedung BI, Jakarta, Selasa, 12 April 2011.

Ketika bank tidak diperbolehkan menggunakan jasa pihak ketiga atau debt collector, maka bank harus mengeluarkan biaya lebih besar. Bank akan mengeluarkan biaya yang nantinya digunakan untuk premi risiko yang lebih besar.

“Bank pastinya mempunyai hitungan, selain cost yang lebih tinggi karena harus menyediakan karyawan lebih banyak tetapi bank harus menyediakan premi risiko yang juga lebih tinggi,” tukas Aribowo.

Ia menambahkan, hal tersebut dilakukan untuk mengcover nasabah ketika nantinya masuk kolektibilitas 4 atau 5 alias tergolong kredit macet.

“Jika pakai debt collector kan bisa membantu memudahkan penagihan,” ucapnya.

Oleh sebab itu, sambungnya, saat ini BI masih akan mempertimbangkan lebih jauh bersama Asosiasi Kartu Kredit Indonesia (AKKI) untuk membahas apakah debt collector diperlukan atau tidak. (*)

One comment

  1. Pada Umumnya Nasabah yang diserahkan kepada Petugas Penagih Lapangan adalah yang termasuk kategori dalam pengawasan khusus,dengan kriteria sbb :
    1.) Broken Promise To Pay yaitu Nasabah yang selalu tidak menetapi janji bayar pada tanggal yang telah ditentukan.
    2.) Resign yaitu nasabah mengundurkan diri dari tempat bekerja tanpa pemberitahuan
    3.) Bad Character yaitu nasabah yang selalu tidak menetapi janji bayar, tidak mau membayar, selalu tidak mengangkat telepone dan mengancam petugas penagih lapangan, melemparkan kewajiban pembayaran kepada pihak ke tiga (3) seperti pengacara, kerabat yang bekerja sebagai aparat hukum, ataupun kepada pihak preman.
    4.) Case yaitu nasabah terkena kasus kriminal sehingga dipenjara, kasus perceraian, selalu tidak pulang ke rumah dan meninggal dunia.
    5.) Skipp Tracer yaitu nasabah melarikan diri , pindah alamat rumah dan kantor tanpa pemberitahuan serta telepon sudah tidak berfungsi.

    Hal-hal yang perlu didokumentasikan dengan jelas dan bermakna, pada setiap tindakan penagihan yang dilakukan oleh internal penagih lapangan atau Perusahaan Outsourcing Penanganan Kredit Bermasalah adalah sebagai berikut :
    (1) Tempat yang dihubungi petugas penagih (rumah/kantor) atau alamat dan nomor telepon alternatif
    (2) Nama orang yang berbicara dengan petugas penagihr, jabatan / status dan hubungannya dengan nasabah
    (3) Nama instansi/perorangan/person in charge, pihak ke tiga, yang akan menangani pembayaran tagihan nasabah
    (4) Tanggal, jumlah dan cara pembayaran yang telah/akan dilakukan oleh nasabah atau pihak ke tiga yang melakukan pembayaran
    (5) Ringkasan keadaan kondisi nasabah secara finansial, misalnya mengalami kesulitan keuangan,mempermasalahkan transaksi ataupun jika nasabah sedang menunggu dana dari pihak ketiga.
    (6) Informasi lain yang diperoleh baik dari pihak ketiga yang mengetahui dengan jelas dan pasti keadaan nasabah, misalnya terkena pemutusan hubungan kerja, ataupun mengalami kesulitan keuangan yang akan membuat rekening nasabah tersebut dalam keadaan kritis.

    Pada saat melakukan proses penagihan, seorang petugas penagih harus memiliki cukup salah satu dari 10 (sepuluh) kualitas pribadi, yaitu :
    1.) Ketulusan untuk mengatakan kebenaran
    2.) Rendah hati untuk mengungkapkan kekuatan
    3.) Kesetiaan untuk dipercaya dan diandalkan
    4.) Bersikap positif untuk mencari solusi
    5.) Keceriaan untuk menghibur dan mendorong semangat
    6.) Bertanggung jawab untuk melaksanakan kewajibannya
    7.) Percaya diri untuk menghargai dirinya dan orang lain
    8.) Kebesaran jiwa untuk mengungkapkan kemenangan
    9.) Easy Going untuk tidak membesar-besarkan masalah kecil
    10.) Empati untuk memahami dan mengerti orang lain (nasabah)

    Dengan demikian, diharapkan seorang petugas penagih akan memiliki jiwa sebagai negosiator , sehingga mampu untuk :
    1.) Mampu sebagai Pendengar yang baik untuk dapat memahami setiap permasalahan yang disampaikan oleh nasabah
    2.) Mampu untuk mengatasi semua permasalahan yang dihadapi dengan tenang tanpa emosional
    3.) Membuat keputusan yang tepat dan menutup negosiasi dengan membuat hasil keputusan yang dapat diterima oleh nasabah untuk mencapai persetujuan yang ingin dicapai dan menguntungkan kedua belah pihak (pihak bank dan nasabah).

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *