Banking LifeStyle, Headline

Nih, 10 Bank dengan Jumlah ATM Terbanyak

Fenomena yang menarik dari pengembangan ATM adalah bank-bank milik pemerintah yang gencar memperbanyak jumlah ATM. Kecuali BCA, kondisi sebaliknya justru terjadi pada bank-bank asing, yang lebih senang bergabung ke dalam jaringan ATM. Kenapa? Rully Ferdian

Jakarta–Fasilitas ATM (automatic teller machine) masih menjadi alat transaksi paling digemari nesabah. Tak heran jika bank-bank pun tetap berlomba-lomba memperbanyak mesin ATM, kendati mereka sudah tergabung ke dalam jaringan ATM.

Kenapa? Disamping tetap membuahkan fee based income, ATM menjadi senjata ampuh buat bank menarik minat nasabahnya. Lantas, bank mana saja yang memiliki ATM paling banyak?

Menurut data Biro Riset Infobank, hingga akhir 2010,  PT Bank Central Asia Tbk. (BCA) berada diperingkat pertama dengan jumlah ATM sebanyak 7.459 unit. Sebagai payment bank, BCA termasuk getol memperbanyak jumlah ATM. Bahkan, pada 2011, BCA akan menambah 848 unit ATM.

Sementara diposisi kedua ditempati PT Bank Mandiri Tbk. Dengan jumlah ATM sebanyak 6.496 unit. Seakan tak mau kalah dengan BCA, bank terbesar milik pemerintah ini juga gencar mengembangkan layanan electronic banking.

Bahkan, pada 2011, Bank Mandiri mengalokasikan dana USD120 juta untuk investasi pengembangan infrastruktur dan elektronik, termasuk menambah 2 ribu unit ATM dan modernisasi ATM lama sebanyak 500 unit.

Di tempat ketiga ada PT Bank Rakyat Indonesia Tbk. (BRI) dengan jumlah ATM 6.085 unit. Bank milik pemerintah ini juga termasuk bank yang memberikan warna baru pada pengembangan electronik banking di Indonesia. Lihat saja, misalnya, BRI yang sudah bersiap memperluas jaringan ATM dengan menambah jumlahnya menjadi 10.800 unit hingga 2013. Hal ini dilakukan sebagai upaya sokongan terhadap perolehan fee based income (pendapatan non bunga) yang pada 2010 mencapai Rp237,97 miliar.

Sedangkan diperingkat keempat ada PT Bank Negara Indonesia Tbk. (BNI) dengan jumlah ATM sebanyak 5.018 unit. Entah ada angin apa, bank-bank milik pemerintah termasuk BNI, juga getol memperluas jaringan, khususnya layanan electronic banking. BNI, misalnya, menyiapkan investasi Rp600 miliar untuk membuka 200 cabang baru dan menambah 1.500 unit ATM pada 2011.

Menurut catatan, PT Bank CIMB Niaga Tbk. (dulu Bank Niaga) merupakan bank pertama di Indonesia yang menyediakan fasilitas ATM. Namun, bank hasil merger dengan LippoBank ini terbilang moderat dalam memperluas jaringan ATM. Menurut data, bank asal Malaysia ini berada diposisi kelima dengan jumlah ATM sebanyak 1.304 unit. Pada 2011, Bank CIMB Niaga akan menambah 500 unit, sehingga pada akhir tahun diperkirakan jumlahnya mencapai 1.900 unit ATM.

Di posisi keenam ada PT Bank Danamon Indonesia Tbk. dengan jumlah ATM sebanyak 1.083 unit. Sama halnya dengan Bank CIMB Niaga, bank yang kini dikuasai pemerintah Singapura ini juga tidak begitu giat memperbanyak jumlah ATM. Bank-bank asing ini lebih senang ikut bergabung ke dalam empat jaringan ATM yang kini berada di Indonesia.

Begitu juga dengan PT Bank International Indonesia Tbk. (BII) yang berada diperingkat ketujuh dengan jumlah ATM 953 unit. Tidak banyak juga yang dilakukan BII dalam memperluas jaringan ATM-nya.  Pada 2011, BII mengalokasikan Rp500 miliar untuk investasi pengembangan teknologi informasi. BII juga menyiapkan empat skenario besar dalam mengembangkan electronic banking, yaitu pengembangan jaringan ATM, Mobile Banking, Internet Banking, dan EDC (Electronic Data Chapture).

Sementara itu, di tempat kedelapan diduduki PT Bank Permata Tbk. (PermataBank) dengan jumlah ATM sebanyak 633 unit. Bank hasil merger ini termasuk yang inovatif dalam pengembangan ATM-nya, kendati dalam memperbanyak jumlahnya masih biasa-biasa saja. Lihat saja, misalnya, nasabah PermataBank bisa mengambil uang di ATM tanpa menggunakan kartu, melainkan handphone. PermataBank menamakan layanan ini Permata Mobile Cash, yang diklaim satu-satunya di Indonesia.

Sedangkan diperingkat kesembilan diduduki PT Bank Panin Tbk. (PaninBank) dengan jumlah ATM sebanyak 619 unit. Jumlah ini naik 100 unit ATM dibandingkan pada 2009 yang hanya mencapai 519 unit. Perluasan jaringan yang dilakukan pada 2010 juga dilakukan penambahan sebanyak 37 kantor cabang. Pada 2011, PaninBank berencana menambah 200 unit ATM yang penempatannya di 15 kota besar, dan 80% masih dibilangan Jakarta.

Terkahir, diperingkat kesepuluh ditempati PT Bank OCBC NISP Tbk. Pascamerger dengan Bank OCBC Indonesia, Bank OCBC NISP memang lebih mengedepankan pengembangkan produk perbankan ketimbang memperluas jaringan ATM miliknya. Kendati pihaknya mengklaim, “Nikmati kebebasan bertransaksi di lebih dari 37.500 ATM di 59 kota, 19 provinsi, bahkan di lebih dari 7.400 ATM di luar negeri”. Padahal, Bank OCBC NISP hanya memiliki jumlah ATM sebanyak 602 unit. (*)

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *