
Minimnya kesadaran terhadap pasar modal membuat, jumlah investor lokal masih sangat minim dibandingkan asing. Alhasil, sejauh ini peningkatannya belum signifikan. Dwitya Putra
Jakarta–PT Bursa Efek Indonesia (BEI) meminta perusahaan efek anggota bursa (AB) bisa bergerak aktif meningkatkan sosialisasi dan edukasi terhadap masyarakat, terutama kepada generasi muda.
Direktur Utama BEI, Ito Warsito mengatakan, hal ini dilakukan untuk mengejar target investor 2,3 juta pada 2012 bisa tercapai. Menurutnya, peran serta AB akan membantu BEI dalam menambah jumlah investor.
“Saat ini jumlah investor termasuk yang di reksa dana itu mencapai 800.000. Dengan terus melakukan sosialisasi dan edukasi, terutama dengan dukungan dari AB, kami optimis itu bisa tercapai,” ujar Ito di Jakarta, belum lama ini.
Sejauh ini, lanjut Ito, jumlah investor sudah mengalami peningkatan cukup besar dibanding periode beberapa tahun sebelumnya.
Jumlah investor asing saat ini, tambah Ito, menurun menjadi sekitar 63% dibanding periode lima tahun sebelumnya yang masih berada di kisaran 70%.
Sementara jumlah investor lokal untuk saham yang terdaftar di KSEI (Kustodian Sentra Efek Indonesia) hingga saat ini tercatat berjumlah 331 ribu. Jumlah ini masih sangat kecil dibandingkan populasi penduduk dalam negeri.
Apalagi jika membandingkan dengan negara tetangga, seperti Malaysia saja sudah memiliki investor lokal sebanyak 5 juta investor.
Meski begitu, adanya pertumbuhan lokal dibandingkan asing, memberi kepercayaan diri bagi BEI sebagai regulasi, bahwa tingkat kesadaran berinvestasi sudah membaik.
“Meski asing terus bertambah, saya lihat lokal juga ikut bertambah. Itu artinya, ada peningkatan pemahaman investasi dari investor kita,” ujarnya.
Ito berhara, sosialiasi serta edukasi juga ditingkatkan pada kalangan muda, terutama mahasiswa dan pelajar. Pasalnya, dengan memberi pemahaman pentingnya berinvestasi di usia muda, maka nantinya mereka akan menjadi investor potensial saat telah memiliki pekerjaan dan penghasilan yang mapan. (*)


