Keuangan

Indonesia Siapkan Konvergensi PSAK ke IFRS

Kumpulan negara anggota Group of Twenty (G-20) telah membuat kesepakatan yang tertuang dalam Action Plan. Sebagai salah satu negara anggota G-20, Indonesia berkomitmen melakukan kesepakatan tersebut.

Jakarta–Program konvergensi PSAK (Pernyataan Standar Akuntansi Keuangan) ke International Accounting Standards (IAS)/IFRS telah dicanangkan Ikatan Akuntan Indonesia sejak Desember 2008, dengan tujuan agar pada 2012 PSAK secara material sesuai dengan standar akuntansi internasional. Terkait dengan target konvergensi tersebut, pada 2011 menjadi tahun yang krusial bagi Indonesia.

Demikian disampaikan Ketua Badan Pengawas Pasar Modal dan Lembaga Keuangan (Bapepam-LK) Nurhaida, dalam seminar “Tantangan Pasar Modal Indonesia dalam Menghadapi Integrasi Pasar Modal ASEAN (Association of South East Asian Nations) melalui Keterbukaan Informasi dan Penerapan IFRS (International Financial Reporting Standards)”, di Hotel Borobudur, Jakarta, Kamis, 16 Juni 2011.

“Tahun ini menjadi periode terakhir bagi kita untuk mempersiapkan diri menghadapi 1 Januari 2012, dimana hampir seluruh PSAK berbasis IFRS akan berlaku efektif,” jelasnya.

Seperti diktuip dari website Kementerian Keuangan, Nurhaida mengatakan, dengan globalisasi bisnis saat ini, diperlukan infrastruktur pelaporan keuangan yang kuat, yang dapat mendukung aktivitas bisnis secara internasional, yaitu berupa standar akuntansi yang bersifat dan berlaku juga secara internasional.

IAS dan IFRS yang disusun oleh International Accounting Standard Board (IASB) dimaksudkan untuk mendukung terlaksananya kegiatan bisnis lintas negara, dan memberi kemudahan bagi para investor di seluruh dunia, untuk memahami kinerja perusahaan-perusahaan di berbagai belahan dunia.

“Melakukan pengambilan keputusan berdasarkan informasi keuangan yang relevan, dapat diandalkan dan dapat diperbandingkan,” ungkapnya.

Kumpulan negara-negara anggota Group of Twenty (G-20) telah membuat suatu kesepakatan yang tertuang dalam Action Plan. Sebagai salah satu negara anggota G-20, Indonesia berkomitmen untuk melakukan kesepakatan tersebut.

Dengan demikian, Indonesia akan menjadi salah satu negara dari 122 negara di dunia yang saat ini telah menggunakan IFRS sebagai acuan dalam penyusunan laporan keuangan,” ujar Nurhaida. (*)

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *