Headline, Perbankan

YLKI Minta BI Benahi Informasi Pengaduan Nasabah

Kondisi ini untuk meminimalisasi adanya aduan konsumen karena merasa dirugikan oleh bank, khususnya soal kartu kredit. Kenapa hal ini kerap terjadi? Dwitya Putra

Jakarta–Melihat masih banyaknya aduan konsumen melakukan pengaduan kepada Yayasan Lembaga Konsumen Indonesia (YLKI) sampai dengan saat ini, dinilai Ketua YLKI Sudaryatmo, Bank Indonesia (BI) harus segera membenahi regulasi tentang informasi nasabah kartu kredit.

Menurutnya, kondisi ini bisa meminimalisasi terjadinya aduan konsumen karena merasa dirugikan. Pasalnya, hingga saat ini nasabah aduan yang masuk ke YLKI soal kartu kredit masih banyak dan diperkirakan akan bertambah jika kondisi ini tidak segera diperbaiki.

“Aduan perbankan soal kartu kredit selalu masuk tiga besar. Dari aduan tersebut rata-rata dialamatkan merata baik bank asing maupun lokal,” kata Sudaryatmo, kepada Infobanknews.com, di Jakarta, Senin, 13 Juni 2011.

Dia menambahkan, rata-rata aduan konsumen ke YLKI paling dominan soal konsumen selalu kesulitan membayar kewajibannya. Hal ini dikarenakan adanya tagihan yang tidak seharusnya.

Kondisi ini, tambahnya, akibat kurangnya pengetahuan dari nasabah yang tidak secara lengkap dijabarkan oleh bank sehingga menimbulkan adanya asimetris informasi yang kurang menguntungkan nasabah.

YLKI menghimbau, BI untuk lebih memperhatikan kondisi ini agar hal ini tidak dijadikan bank sebagai keuntungan karena tidak kuatnya regulator mengenai hal ini.

“Regulator soal ini yang harus dibenahi BI, jangan sampai bank yang diuntungkan. Karena pada dasarnya kondisi ini sendiri tidak bisa disalahkan oleh banknya itu sendiri,” pungkasnya.

Sekedar informasi, pada 2010 dari 590 kasus yang masuk, pengaduan konsumen terhadap bank ada 41 kasus atau masuk tiga besar aduan konsumen dengan persentase mencapai 13,71%. (*)

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *