Headline, Moneter dan Fiskal

BI: Indikator Krisis Indonesia Masih Hijau

Kekhawatiran pasar global akan ketidakpastian pemulihan perekonomian (recovery) di negara-negara maju mengakibatkan terjadinya gejolak di pasar saham dalam beberapa hari belakangan, namun secara keseluruhan Bank Indonesia (BI) menilai indikator krisis Indonesia masih aman. Paulus Yoga

Jakarta–Bank Indonesia (BI) menyatakan kondisi perekonomian Indonesia masih sangat aman, kendati kondisi pasar global tengah bergejolak akibat ketidakpastian recovery negara-negara maju baik Amerika Serikat (AS), pun Eropa.

BI menilai apa yang terjadi saat ini belum akan memengaruhi kondisi perekonomian di Tanah Air, dimana bank sentral terus melakukan kerja sama dengan Kementerian Keuangan dalam memonitor indikator-indikator krisis sesuai dengan manajemen protokol krisis.

“Indikator ini secara keseluruhan bagaimana. Terus terang paling besar pengaruh ke indeks saham. Namun, secara umum kesimpulan masih hijau,” tandas Gubernur BI Darmin Nasution, kepada wartawan di Gedung BI, Jakarta, Rabu, 10 Agustus 2011.

Seperti diketahui, sebelumnya pemerintah dan parlemen AS telah memutuskan untuk meningkatkan plafon utangnya melalui kebijakan debt ceiling dalam mengatasi pembayaran utang yang telah jatuh tempo. Kondisi di AS tersebut membuat kondisi global dipenuhi spekulasi yang membuat pasar modal global anjlok dalam beberap hari terakhir.

“Apa yang berkembang sekarang ini, memang kecenderungannya yang jelas pasar masih meragukan bahwa pemulihan ekonomi di negara maju terutama di AS itu akan memadai. Nah, keraguan itu kemudian sebetulnya sudah sedikit tertolong pada waktu ada peningkatan debt ceiling di AS, tetapi segera muncul kekhawatiran recovery yang tidak terlalu baik. ada penurunan rating, yang kemudian menambah spekulasi,” terang Darmin. (*)

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *