Analisis, Headline

Ini Dia Bank-Bank Pemberi Remunerasi Terbesar

Seperti diungkapkan Robby Djohan, bankir senior yang juga mantan Chief Executive Officer (CEO) Bank Niaga, sistem yang dipakai dalam membayar direksi adalah reward system, bukan salary system. Siapa yang mendatangkan keuntungan besar, maka bonusnya juga besar, demikian juga sebaliknya. Tim Infobank

Bank mana yang paling besar mengeluarkan biaya remunerasi dalam setahun terakhir? Menurut data Biro Riset Infobank, Bank Rakyat Indonesia (BRI) merupakan bank yang melakukan lompatan cukup tinggi dalam memberikan remunerasi kepada bankirnya, bahkan yang terbesar.

Pada 2007 biaya remunerasi direksi BRI secara keseluruhan sebesar Rp49,124 miliar dan pada 2010 melompat menjadi Rp150,643 miliar. Remunerasi yang dikeluarkan BRI ini mengalahkan Bank Central Asia (BCA), yang selama tiga tahun terakhir selalu menjadi bank pemberi remunerasi terbesar kepada direksinya.

Kendati menempati urutan kedua dalam pemberian remunerasi setelah BRI, secara rata-rata atau jumlah remunerasi direksi dibagai dengan jumlah direksi, direksi BCA masih yang paling tebal dompetnya.

Per direksi BCA sedikitnya mendapatkan Rp16,573 miliar setahun, sementara direksi BRI mendapatkan Rp15,064 miliar setahun (naik lebih dari 100% dibandingkan dengan tahun sebelumnya yang hanya Rp7,455 miliar).

Di posisi ketiga ada Bank Danamon yang membayar remunerasi tiap direksi setidaknya sebesar Rp9,258 miliar, dengan total remunerasi untuk direksi sebesar Rp121,544 miliar. Bank Mandiri, yang tahun sebelumnya menempati peringkat kedua setelah BCA, pada 2010 hanya menempati posisi keempat dengan angka remunerasi sebesar Rp109,609 miliar atau Rp6,100 miliar per direksi.

Menurut catatan Biro Riset Infobank, pada 2010 terjadi penurunan angka remunerasi yang diterima jajaran direksi Bank Mandiri, padahal perolehan labanya berada di urutan kedua setelah BRI.

Memang tidak ada sistem yang pasti dalam pembayaran remunerasi. Seperti diungkapkan Robby Djohan, bankir senior yang juga mantan Chief Executive Officer (CEO) Bank Niaga, sistem yang dipakai dalam membayar direksi adalah reward system, bukan salary system.

Siapa yang mendatangkan keuntungan besar, maka bonusnya juga besar, demikian juga sebaliknya.

Apakah kenyataannya linear seperti itu? Lihat saja antara Bank Negara Indonesia (BNI) dan Bank Mandiri. Laba BNI separuh dari laba Bank Mandiri, tapi remunerasi yang dibayarkan BNI kepada tiap direksinya lebih besar ketimbang Bank Mandiri.

Data Biro Riset Infobank menyebutkan, BNI selama setahun membayar 10 direksinya sebesar Rp103,902 miliar atau Rp7,722 miliar per direksi. Sementara itu, Bank Mandiri membayar tiap direksinya sebesar Rp6,100 miliar atau turun dari tahun sebelumnya yang mencapai Rp8,905 miliar. (*)

4 comments

  1. Ini suatu dilema juga buat bank bri, kenapa kok salary para direksi yg terhormat kok didahulukan, sementara para pekerja dilapangan yg bekerja keras utk mensuport kp di dlm menjalankan semua kebijakannya sehingga membuat peringkat pelayanan prima bri naik 2 tingkat dan pencapaian labanya yg luar biasa, kesejahteraannya tdk diperhatikan. Sampai dg saat ini ijp/bonus serta kenaikannya gaji yg memang menjadi hak pekerja bri belum ada realisasinya. Sementara bank mandiri dan bank lainnya sdh dibayarkan.

  2. Setuju!! Tolong dilihat gaji karyawan,khususnya marketing,ujung tombak,tolong perhatikan gaji mereka wahai para direksi yg bonusnya milyaran

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *