|
Likuiditas valas yang semakin ketat belakangan ini, membuat perbankan mulai berpikir dua kali dalam penyaluran kredit valas, industri bankan meminta Bank Indonesia mempertimbangkan penurunan GWM valas. Paulus Yoga
Jakarta–Melihat kondisi perekonomian di Eropa yang masih bergejolak dan belum menunjukkan tanda-tanda pemulihan membuat industri perbankan akan lebih selektif dalam menyalurkan pembiayaan valuta asing (valas) yang diprediksi akan semakin ketat pada 2012.
“Kalaupun memberikan kredit valas harus yang nantinya digunakan untuk produksi dan diekspor. Yang jelek kalau outputnya dari produksi sebagian besar dipasarkan dalam negeri,” tukas Kepala Ekonom BNI Ryan Kiryanto, di Jakarta, Selasa 29 November 2011.
Langkah lain yang bisa ditempuh perbankan adalah mengupayakan debiturnya untuk mengajukan fasilitas kredit dalam rupiah. Apalagi saat ini likuiditas rupiah dinilai masih sangat aman.
Ryan menilai, agak sulit bagi perbankan dalam negeri selama krisis ekonomi global belum pulih untuk bisa memasok valasnya dari bank di luar negeri. Kekhawatiran tersebut membuat banyak pemilik dana di Eropa menarik uangnya, sehingga membuat beberapa bank di Eropa justru kekringan likuiditas.
“Secara umum saat ini kondisi likuiditas valas dalam negeri masih mencukupi. Hitungan kami di BNI, cadangan likuiditas masih managable sampai semester satu 2012. Cuma untuk pembiayaan valas harus direm. Melihat LDR valas perbankan saat ini, ruang ekspansi mulai terbatas,” terangnya.
Ia menegaskan, perbankan sendiri akan menjaga secondary reserve sesuai dengan regulasi Bank Indonesia (BI), di mana total eksposur valas tidak boleh melampaui 20% dari modal. Namun, lanjutnya, bank sentral perlu memertimbangkan penurunan Giro Wajib Minimum (GWM) terkait dengan kondisi valas saat ini.
“Saya kira BI tahu persis bank-bank berhadapan pada pengetatan likuiditas valas. Propose yang bisa kami sampaikan ke bank sentral adalah GWM dikurangi. Sekarang kan 8%, diturunkan jadi 5%. Jadi yang 3% kembali ke bank lagi,” pungkasnya. (*)
| Berita Terkait | ||
|
| Copyright 2012 Infobanknews.com. All Rights Reserved. | Term of Uses | Privacy Policy Tentang Kami | Dewan Redaksi | Hubungi Kami | Beranda Download Launcher : Blackberry | Android | Java |