Ekonomi dan Bisnis

Bappenas: Target Penurunan Angka Kemiskinan Belum Tercapai

Perlu dilakukan pembentukan wirausaha baru, peningkatan daya saing sumber daya manusia (SDM), dan berbagai program perangsang lainnya yang dapat mengatasi masalah kemiskinan dan lapangan kerja. Rully Ferdian

Jakarta–Jumlah rakyat miskin di Indonesia masih berkisar 13%. Ini menunjukkan bahwa target penurunan kemiskinan menjadi 8-10% belum tercapai. Padahal, imbas krisis global masih mungkin terjadi di Indonesia. Untuk mengatasi hal-hal tersebut, diperlukan percepatan penanggulangan kemiskinan melalui pelaksanaan Master Plan Percepatan dan Perluasan Pembangunan Ekonomi Indonesia (MP3EI) dan penajaman Rencana Aksi Nasional Program Penanggulangan Kemiskinan (RAN-PPK) karena penanggulangan kemiskinan melalui bussines as usual sudah tak bisa diharapkan lagi.

Demikian disampaikan Direktur Pemberdayaan Koperasi, Usaha Kecil dan Menengah Kementerian PPN/Bappenas, Adhi Putra Alfian, saat memimpin rapat “Finalisasi Penyusunan Rencana Aksi Nasional Program Penanggulangan Kemiskinan (RAN-PPK) Tahun 2012-2014” di Ruang SS Gedung Bappenas, Jakarta, pada awal Desember 2011.

“Dengan MP3EI, diharapkan penciptaan lapangan kerja dan perluasan kesempatan kerja sehingga dapat mempercepat penurunan tingkat kemiskinan nasional dapat terfasilitasi,” kata Adhi dalam keterangan pers-nya.

Selain itu, masih kata Adhi, Matriks RAN-PPK yang awalnya terdiri atas 14 poin kini ditata ulang menjadi lima klasterisasi agar seluruh kegiatannya menjadi lebih tajam dan spesifik.

Menurutnya, pada 2013, berbagai sasaran utama yang akan ditingkatkan adalah praktik kewirausahaan oleh Usaha Mikro dan Kecil (UMK), akses UMK ke permodalan, serta kualitas produksi UMK. “Untuk itu, perlu dilakukan pembentukan wirausaha baru, peningkatan daya saing sumber daya manusia (SDM), dan berbagai program perangsang lainnya yang dapat mengatasi masalah kemiskinan dan lapangan kerja,” jelasnya. (*)

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *