Headline, Keuangan

Bapepam-LK Belum Bisa Pastikan Jumlah Karyawan OJK

Bapepam-LK baru bisa pastikan satu pejabat ex officio dari Bank Indonesia (BI) dan juga Kementerian Keuangan (Kemenkeu) dalam jajaran DK OJK. Dwitya Putra

Jakarta–Badan Pengawas Pasar Modal dan Lembaga Keuangan (Bapepam-LK) Kementerian Keuangan, mengaku belum bisa memastikan jumlah karyawannya yang akan pindah menjadi karyawan Otoritas Jasa Keuangan (OJK).Hal ini lantaran masih harus menyesuaikan tingkat kebutuhan karyawan dalam internal OJK sendiri yang nantinya akan diputuskan oleh Dewan Komisioner (DK) OJK terpilih.

“Saat ini belum bisa kita pastikan (jumlah karyawan yang pindah). Semua masih sangat bergantung dengan kebutuhan di sana (OJK). Itu kan nanti baru akan diputuskan oleh DK OJK yang sudah terpilih. Sementara sekarang tim Panitia Seleksi (Pansel) untuk DK OJK saja belum terbentuk. Jadi ya belum bisa (ditentukan),” ujar Ketua Bapepam-LK Nurhaida, saat ditemui wartawan, di Jakarta, Selasa, 17 Januari 2012.

Menurut Nurhaida, yang baru bisa dipastikan, yakni satu pejabat ex officio dari Bank Indonesia (BI) dan juga Kementerian Keuangan (Kemenkeu) dalam jajaran DK OJK. Itupun, lanjutnya, karena proses pemilihan untuk kedua pejabat tersebut penunjukannya langsung dan tidak melalui proses seleksi.

Sementara untuk komposisi DK OJK sendiri, Nurhaida menjelaskan, selain dua pejabat ex officio tersebut, tujuh pejabat lainnya akan diseleksi oleh tim pansel dari unsur masyarakat umum. “Dengan demikian total komposisinya menjadi sembilan orang yang akan bersifat kolektif kolegial,” terangnya.

Sebagai informasi, susunan DK OJK nantinya akan dipimpin oleh seorang Ketua yang juga merangkap anggota. Lalu struktur di bawahnya terdapat Kepala Eksekutif Pengawas Perbankan dan Kepala Eksekutif Pengawas Pasar Modal yang juga merangkap sebagai anggota. Berikutnya ada lagi jabatan Kepala Eksekutif Pengawas Perasuransian, Dana Pensiun, Lembaga Pembiayaan dan Lembaga Keuangan Lain yang juga merangkap sebagai anggota. Kemudian ada seorang Ketua Dewa Audit merangkap anggota serta seorang anggota yang khusus membidangi edukasi dan perlindungan konsumen.

Sementara posisi anggota ex officio dari Bank Indonesia akan diisi oleh perwakilan Dewan Gubernur Bank Indonesia dan posisi anggota ex officio dari Kementerian Keuangan akan diisi oleh pejabat eselon I dari Kementerian tersebut.

“Sementara posisi-posisi yang sudah ditentukan baru itu. Sedangkan untuk kebutuhan karyawan nanti masih akan dibicarakan lagi oleh DK OJK terpilih,” tutup Nurhaida. (*)

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *