Headline, Perbankan

BI: CAR Cukup Tinggi, Perbankan Tidak Masalah Terapkan Basel III

Struktur modal inti (tier 1) yang masih berasal dari modal disetor dan laba ditahan, serta tingginya CAR industri perbankan sebesar 17%, dinilai Bank Indonesia tidak akan menyulitkan perbankan menerapkan Basel III. Paulus Yoga

Jakarta–Bank Indonesia (BI) menilai, industri perbankan di Indonesia tidak akan kesulitan menerapkan Basel III. Bank sentral melihat, rasio kecukupan modal (capital adequacy ratio/CAR) perbankan yang masih di level 17% sebagai salah satu alasan.

“Basel III kan memperkuat permodalan bank. Ini masih dikaji, tapi CAR perbankan kita kan 17%, kalau itu diterapkan juga tidak ada masalah,” tukas Kepala Biro Penelitian dan Pengaturan Perbankan BI Irwan Lubis, kepada wartawan di Kompleks Gedung BI, Jakarta, Jumat, 20 Januari 2012.

Selain itu, lanjutnya, struktur permodalan perbankan di Tanah Air juga bagus. Menurutnya, modal inti atau tier 1 kebanyakan berasal dari laba ditahan atau modal disetor sehingga tidak menimbulkan kekhawatiran.

“Jadi, tidak ada yang hybrid, beda dengan luar. Jadi kalau diterapkan tidak masalah, sekarang rata-rata CAR 17%, permodalan sudah cukup bagus,” tandasnya.

Basel III sendiri merupakan standar global terbaru untuk pengaturan capital adequacy dan likuiditas perbankan. Peraturan Basel III dibuat untuk merespon krisis keuangan global, yang menunjukkan kekurangan dalam regulasi keuangan global.

DiĀ  sektor keuangan, Basel III tidak hanya menyentuh pada regulasi prudential (yang berhubungan dengan prinsip kehati-hatian) skala mikro, tetapi juga skala makro, karena hal tersebut dapat menjaga stabilitas sistem keuangan.

Persyaratan Basel III termasuk perlunya bank-bank untuk mempertahankan 4,5% saham umum dan 6% dari modal inti (Tier I) dari aset-aset terbeban risiko. Basel III juga memperkenalkan penyangga (buffer) tambahan, seperti countercyclical buffer bebas, yang memungkinkan para regulator nasional menetapkan modal tambahan sebesar 2,5% pada periode-periode pertumbuhan kredit tinggi. (*)

One comment

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *