Perbankan

Biaya Lebih Murah dari RTGS, BI Berharap Nasabah Beralih ke SKNBI

Masyarakat masih lebih dominan menggunakan sistem BI-RTGS dalam transfer dana. Padahal, penggunaan kliring lebih efesien dan murah. Angga Bratadharma

Jakarta–Bank Indonesia (BI) menyatakan bahwa total transaksi rata-rata harian dari sistem BI-RTGS (Real Time Gross Settelement) dan sistem SKNBI (Sistem Kliring Nasional Bank Indonesia) yang dikelola BI telah mencapai 466.465 transaksi dengan nominal sebesar Rp280 triliun per Desember 2011.

Namun, BI berupaya agar masyarakat lebih dominan menggunakan sistem SKNBI karena dinilai lebih efektif, efisien dan biaya relatif lebih rendah.

“Tentu harapanya masyarakat juga menggunakan Sistem kliring (SKNBI), meski ada perbedaan. Tapi, sistem ini (kliring) lebih kecil biayanya”, tukas Deputi Direktur Direktorat Akunting dan Sistem Pembayaran BI, JF. Sri Suparni, kepada wartawan, dalam Bincang-Bincang Media, di Gedung BI, Jakarta, Jumat, 24 Februari 2012.

Ia menuturkan, disamping nominal transaksi, perbedaan mendasar lainnya antara Sistem BI-RTGS dengan SKNBI adalah menyangkut mekanisme setelmenya.

Untuk transfer dana antar-bank melalui Sistem BI-RTGS di-settle secara satu per satu transaksi (gross settlement) dan sesegera mungkin (real time settlement) sepanjang waktu jam operasional Sistem BI-RTGS.

Sementara untuk transfer-transfer dana antar-bank melalui SKNBI, di-settle melalui proses multilateral netting (kliring) terlebih dahulu, pada waktu-waktu tertentu di jam operasional SKNBI, dan hasil kewajiban pembayaran atau penerimaan pembayaran secara netto dari masing-masing peserta akan dibuku pada rekening giro peserta di Sistem BI-RTGS pada waktu-waktu tertentu pula.

Sri mengatakan, masyarakat masih lebih dominan menggunakan sistem BI-RTGS dalam transfer dana. Alasanya, RTGS lebih cepat dan tidak perlu mekanisme lainnya, sehingga dana yang ditransfer bisa langsung sampai ke penerima.

Namun, penggunaan RTGS ini dikenakan biaya yang relatif besar. Padahal, dengan penggunaan sistem Kliring dirasa lebih efektif dalam transfer dana yang menginginkan biaya relatif murah.

Hal Ini terlihat bila ditinjau dari nominal jumlah transaksi RTGS sebesar Rp271.607.953 dengan volume 65.428. Sementara menggunakan kliring nominalnya sebesar 2.256.080 dengan volume 231.315.

“Penyelenggaraanya pun bersifat nasional dan waktu setelmen dilakukan 4 kali dalam 1 hari”, jelas Sri. (*)

6 comments

  1. Ya… Kalau perlu langsung saja buka tabungan dan langsung TRANSFER via ATM Bersama, ATM ALTO, ATM Prima dimana dana dapat langsung diterima oleh Penerima dana secara Langsung(Realtime) tanpa embel-embel ongkos segala macam. Lagipula via ATM ongkosnya cuman idr 5.000,- murah kan? Caranya ya mesti punya kartu ATM dan langsung ke mesin ATM dan pilih menu Transfer dan masukkan kode bank beserta nomor rekening bank penerima. Sesudah itu selesai deh semua dana Langsung diterima dan enggak perlu bayar RTGS-BI yang sebesar idr 25.000,- begitu mahal. Semoga TIP’s ini berguna untuk semua. Terima kasih.

    • ya beda lah transfer via ATM sama kliring atau RTGS, kalo misal mau transfer antar bank di atas 10 jt ga bisa lwt ATM. makanya lwt kliring atau RTGS

  2. ya menanggapin pernyataan Bpk Jonson, apakah fungsi ATM sebagai transfer dana terbatas pada nominal yang bisa dilakukan dalam bertransaksi?

  3. Betul Pak Agus,

    Menurut pengalaman saya, transfer via ATM dibatasi oleh limit nilai transaksi dalam sehari.
    Sehingga jika ada transaksi dengan nilai yang besar, (katakanlah 100 jt) tidak bisa dilakukan melalui ATM

  4. semua kan ada fungsinya masing-masing. kalo transaksinya urgent ya pake rtgs, kalo ndak ya kliring cukup. kalo transaksi nominal kecil ya via atm.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *