Banking LifeStyle, Headline

Nih, Tata Cara Penukaran Uang Lusuh, Rusak dan Sudah Tak Beredar

Apabila uang rusak dapat dikenali ciri-ciri keasliannya dan memenuhi kriteria penggantian uang rusak, masyarakat akan mendapat penggantian dengan uang layak edar sejumlah uang rusak yang ditukarkan. Rully Ferdian

Jakarta–Jika Anda ingin menukarkan uang Rupiah yang sudah lusuh, rusak, dan uang telah dicabut atau ditarik peredarannya, tidak perlu risau apalagi galau. Anda dapat menukarkannya di kantor Bank Indonesia (BI) setempat atau pada waktu kegiatan kas keliling BI, dan di bank umum yang melayani penukaran uang.

Dalam keterangannya, di Jakarta, Kamis, 22 Maret 2012, BI mengajak masyarakat yang ingin menukarkan uang lusuh, BI memberikan penggantian sebesar nilai nominal tersebut kepada masyarakat yang menukarkan uang lusuh atau uang cacat sepanjang dapat dikenali keasliannya. Sementara untuk rusak, BI dan/atau pihak lain yang disetujui oleh BI memberikan penggantian kepada masyarakat yang menukarkan uang rusak sebagai berikut:

- Apabila uang rusak dapat dikenali ciri-ciri keasliannya dan memenuhi kriteria penggantian uang rusak, masyarakat akan mendapat penggantian dengan uang layak edar sejumlah uang rusak yang ditukarkan.

- Apabila ciri-ciri keasliannya sulit diketahui, penukar wajib mengisi formulir permintaan penelitian uang rusak untuk penelitian selanjutnya. Uang rusak yang ciri-ciri keasliannya sulit dikenali dapat dikirimkan dalam kemasan yang layak ke Bank Indonesia. Hasil penelitian dan besarnya penggantian akan diberitahukan kemudian.

Sedangkan uang yang dicabut dan ditarik dari peredaran, BI memberikan penggantian sebesar nilai nominal kepada masyarakat yang menukarkan uang yang dicabut dan ditarik dari peredaran sepanjang masih dalam jangka waktu 10 tahun sejak tanggal pencabutan dan masih dapat dikenali keasliannya.

Sesuai dengan Undang-Undang Republik Indonesia No.23 Tahun 1999 Tentang Bank Indonesia sebagaimana telah diubah dengan UU RI No.3 Tahun 2004 pada pasal 23 ayat 4 disebutkan bahwa “hak untuk menuntut penukaran uang yang sudah dicabut, tidak berlaku lagi setelah 10 tahun sejak tanggal pencabutan”.

Penukaran uang Rupiah ke pecahan lainnya, masyarakat dapat menukarkan uang Rupiah dari pecahan besar ke kecil atau sebaliknya dari pecahan kecil ke pecahan besar di bank umum yang melayani penukaran uang, di kantor Bank Indonesia setempat, atau pada waktu kegiatan kas keliling Bank Indonesia.

Beberapa hal yang perlu diperhatikan terkait dengan penukaran uang logam adalah sebagai berikut:
1. uang logam disusun rapi sesuai dengan jenis pecahan, ukuran yang sama, dan tahun emisinya.
2. uang logam yang telah disusun seperti pada angka 1 di atas dimasukkan dalam kemasan yang transparan.

Penukaran di Bank Indonesia dilakukan di:
1. Kantor Bank Indonesia yang terdekat.
Waktu layanan: pada hari-hari tertentu mulai dari pukul 09.00 sampai pukul 11.30 waktu setempat.
2. Kas keliling Bank Indonesia

Untuk mengetahui lokasi dan waktu beroperasinya kas keliling Bank Indonesia dapat dikonfirmasikan kepada Direktorat Pengedaran Uang di nomor telepon 021-381 8722/381 7297 atau Kantor Bank Indonesia pada hari dan jam kerja. (*)

9 comments

  1. Pernah suatu hari saya mengantri di BI Medan,kalau saya ngak salah puasa 2 thn yg lewat,sy datng jam 7.00 Wib,namun pintu kantor BI Medan baru di buka utk umum pukul 10.00 wib,buka loket penukaran jam 11.00,padahal waktu itu hari jum’at loket tutup,jam 12.00,padahal gaji peg BI besar tetapi mengapa melayani masyakarat tidak sesuai dengan gaji besar yang mereka terima,dimana fungsi BI untuk masyarakat,sebaiknya BI Di bubarkan saja. Wassalam

  2. Kenyataan lapangan tdk demikian, BI sering menolak penukaran uang lusuh dengan bermacam alasan dan sedikit sombong dalam melayani masyarakat jauh lebih baik bank umum kalo soal pelayanan

  3. Ah bohong, semua hanya teori doang, coba anda penulis nyamar jd org miskin lalu bawa uang lecek/rusak. Pasti di cuekin.

  4. saya pegen tau apa penukaean uang ini di buka setiap hari atau di tentukan dan apa per syaratan y???
    terimakasih.

  5. Apakah benar bisa di ditukarkan? soalnya saya punya uang sedikit terbakar di pinggir nya dan nominal nya cukup besar. apakah bisa? mohon dijawab

  6. aq heran uang rusak, lusuh, kumal terkadang robek masih beredar di masyarakat tidak spt negara tetangga uang yg beredar dimasyarakat sana masih mulus mulus2.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *