Perbankan, Shariah Insight

Tidak Sesuai Aturan, BI Stop Produk Kepemilikan Logam Mulia

Setelah mengeluarkan aturan mengenai produk Qardh beragun emas, Bank Indonesia memastikan akan menghentikan produk KLM karena tidak sesuai dengan aturan. Paulus Yoga

Jakarta–Bank Indonesia (BI) menegaskan produk Kepemilikan Logam Mulia (KLM) yang selama ini menjadi salah satu produk andalan dari beberapa bank syariah, tidak akan lagi ada.

Pasalnya produk pembiayaan bagi nasabah untuk memiliki emas dengan cicilan tersebut dilarang ekspansi setelah Bank sentral menerbitkan Surat Edaran No.14/7/DPbS tanggal 29 Februari 2012, tentang Produk Qarrdh Beragun Emas bagi Bank Syariah dan Unit Usaha Syariah.

“Dalam aturan tersebut kami melarang bank memberikan pembiayaan qardh untuk memiliki emas. Pembiayaan hanya untuk mendapatkan dana, sehingga produk kepemilikan logam mulia yang ada saat ini harus dihentikan,” tandas Direktur Direktorat Perbankan Syariah BI Mulya E. Siregar, kepada wartawan di Gedung BI, Jakarta, Jumat, 2 Maret 2012.

Ia menjelaskan, bank yang terlanjur memiliki produk KLM dengan skema qardh diharuskan menyesuaikan dengan aturan yang baru, dengan masa transisi selama setahun terhitung sejak Surat Edaran dikeluarkan.

“Jadi, tidak boleh mengakuisisi nasabah baru untuk KLM. Sebagai gantinya, saat ini bank sentral sedang menggodok aturan pembiayaan pemilikan emas dengan skema murabahah. Namun, belum bisa dipastikan kapan aturan baru tersebut akan keluar,” terangnya.

Adapun salah satu bank yang memiliki produk KLM adalah Bank Rakyat Indonesia Syariah (BRI Syariah) yang diluncurkan pada pertengahan Juni 2011 lalu. Produk kepemilikan emas ini menggunakan skema qardh dan ijarah. (*)

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *