Headline, Perbankan

10 Bank dengan Karyawan Terbanyak

Biro Riset Infobank mendata 10 bank dengan jumlah karyawan terbanyak. Bank-bank ini merupakan bank besar yang dilihat dari kepemilikan aset hingga akhir 2011. BNI, BTN dan PermataBank, termasuk bank yang paling getol merekrut tenaga kerja selama 2011. Rully Ferdian

Bagi bank, karyawan merupakan aset yang harus dikelola dengan baik. Namun, sebagai sumber aset, karyawan juga merupakan sumber risiko bagi bank. Banyak kasus di perbankan yang mempertontonkan betapa karyawan menjadi sumber malapetaka. Meski banyak pula karyawan bank yang menunjukkan prestasinya.

Betapa pun karyawan dan perusahaan (bank) memang tidak bisa dipisahkan. Masalahnya adalah apakah banyaknya jumlah karyawan itu menjadi beban buat bank? Survei menunjukkan beban operasional bank lebih banyak digunakan untuk biaya karyawan.

Lantas, apakah banyaknya jumlah karyawan juga mencerminkan kinerja bank? Inilah yang perlu dianalisa lebih lanjut. Yang pasti, banyaknya jumlah karyawan disuatu bank disesuaikan pula dengan unit atau lini bisnis yang dimilikinya.

Biro Riset Infobank (BirI) mendata 10 bank dengan jumlah karyawan terbanyak. Bank-bank ini merupakan bank besar yang dilihat dari kepemilikan aset hingga akhir 2011.

PT Bank Rakyat Indonesia Tbk. (BR) tercatat menjadi bank dengan jumlah karyawan terbanyak, yakni mencapai 85.530 hingga akhir Desember 2011 lalu atau naik 12,97% dari 75.712 pada tahun sebelumnya. Jumlah itu termasuk tenaga outsourcing sebanyak 45.486 dari 38.068 pada 2010. Bahkan, pada 2010 silam, BRI mengeluarkan lebih dari Rp8 triliun hanya untuk biaya karyawan.

Di tempat kedua ada PT Bank Danamon Indonesia Tbk. (Danamon), yang tercatat 62.266 pada 2011 atau naik 16,60% dari 53.402 pada 2010. Namun, jumlah itu sudah termasuk juga pekerja Adira Finance, Adira Kredit, dan Adira Insurance.

Ketiga, PT Bank Mandiri Tbk. yang mencapai 27.907 karyawan hingga akhir 2011 atau naik 10,58% dari 25.236 pada 2010. Keempat, PT Bank Negara Indonesia Tbk. (BNI), dengan jumlah karyawan 23.639 atau naik 22,39% dari jumlah karyawan pada 2010. BNI termasuk bank yang paling banyak merekrut karyawan selama 2011.

Sementara di posisi kelima ditempati PT Bank Central Asia Tbk. (BCA) yang jumlah karyawannya hanya naik 1,40% dari 19.687 pada 2010 menjadi 19.962 pada akhir 2011.

Sedangkan di tempat keenam ada PT Bank CIMB Niaga Tbk. (CIMB Niaga) dengan jumlah karyawan pada 2011 mencapai 13.612 atau naik 10,88% dari 12.276 pada 2012.

PT Bank International Indonesia Tbk. (BII) berada diposisi ketujuh dengan jumlah karyawan sebanyak 8.369 atau naik 7,88% dari 7.758 karyawan pada 2010.

Peringkat kedelapan diduduki PT Bank Permata Tbk. (PermataBank) yang jumlah karyawanya melonjak 20,73% dari 5.210 pada 2010 menjadi 6.290 karyawan hingga akhir 2011.

Di posisi kesembilan ada PT Bank Panin Tbk. (PaninBank) dengan jumlah karyawan hingga akhir 2011 mencapai 5.329 atau hanya naik 9,34% dari 4.874 pada 2010 silam.

Terkahir, PT Bank Tabungan Negara Tbk. (BTN), yang jumlah karyawannya juga melonjak tajam, yakni mencapai 21,37% dari 4.231 pada 2010 menjadi 5.135 karyawan pada akhir 2011. (*)

23 comments

  1. Bank bri dgn laba tertinggi msh kalah jauh dgn bank mandiri n bni di dlm memperhatikan kesejahteraan pekerjanya, seperti ijp,bonus laba dan kenaikan gaji. Bank mandiri ijp dan kenaikan gaji pekerja sesuai intruksi menteri bumn sdh dri pebruari di bayarkan, sementara bri dgn predikat laba tertinggi, ijp/bonus & kenaikan gajinya sd saat ini belum ada realisasinya. Padahal laba bri itu adalah hsil kerja keras para pekerja bri dilapangan

    • saya rasa penghargaan terhadap karyawan tidak harus dengan bentuk finansial, sebagai karyawan BRI saya bangga bekerja di perusahaan yang sangat memperhatikan kebutuhan saya,kesejahteraan saya dan kebutuhan kesehatan saya. bagi saya itu cukup untuk saya selalu bekerja keras dari pada selalu menuntut hak saya, besar atau kecilnya gaji itu sangatlah relatif tergantung bagaimana cara kita bersyukur. saya pernah bekerja di bank Bumn dengan logo pita emas, namun alangkah tidak etis jika kita membandingkan pendapatan financial, yang jelas saat ini saya sangat nyaman dan bangga bisa bergabung dengan bank yang selalu melayani dengan setulus hati

    • Mungkin karena karyawan banyak makanya pembagian bonus jadi tlambat (susah membaginya)

  2. bank dengan karyawan terbesar disertai dengan laba terbesar tak kan membuat karyawannya bangga jika tidak disertai pemberian upah &bonus yang membanggakan pula…

  3. Pembayaran kewajiban BRI tidak sesuai dengan urutannya, sampai2 kewajiban kepada karyawan untuk ijp dan bonus di bayar setelah pembayaran dividen kepada pihak pemegang saham publik yang jumlah pembayarannya sebesar +/- Rp. 122,- / lbr saham. Kira2 urutan yg benar seperti apa yah?

  4. ini beritanya belum jelas, tanpa maksud tidak menghargai inisiatif dari tim riset. harusnya saat memajang data/result, terjadi kesimpulan. akibat hal tersbut, penulis hanya menampilkan data yang mengakibatkan multi persepsi, seandainya balum bisa menghasilkan kesimpulan jangan di publis. kecuali, jika data terjasi, jumlah karyawan, laba perusahaan, biaya oprasional, BoPo. jadi ada pembanding data, yang salah satu hasilnya, bisa:
    1. karayawan bayak belum tentu kesejahteraan cukup, atau
    2. jika ada data pelanggaran biasa berkesimpulan “karywan yg banyak ternyata pelanggrannya juga banyak.
    bayak hal lain denga data yg dimiliki infobank.
    Semoga tim riset bisa menghasilkan kesimpulan lebih, bukan sesuai urutan saja. terima kasih

  5. Apa yg dikatakan teman2 itu ada benarnya, tetapi hak2 pekerja seperti Ijp/bonus dan kenaikan gaji itukan merupakan salah satu bentuk apresiasi perusahaan terhadap hasil usaha pekerjA dan tentunya ijp/bonus dan kenaikan gaji tsb, klo segera dibayarkan tentu akan dpt meningkat motivasi para pekerja utk lebih meningkatkan motivasi kerjanya di dlm mendukung pencapaian kebijakan perusahaan dimasa yad.

    • sebuah perusahaan yang besar maupun yang kecil pasti punya car tersendiri untuk memberikan apresiasi kepada karyawannya. setiap perusahaan pastilah berbeda – beda dalam pemberian apresiasi tersebut, sesungguhnya menurut pengetahuannya apresiasi tersebut adalah bentuk dari pemberian motivasi, biasanya sebuah perusahaan atau seorang manager akan memotivasi karyawan menurut sebuah teori atau beberapa teori misalkan teori Y dan teori X atau teori Maslow dan lain sebagainya, untuk bentuk apresiasi sendiri bukan hanya dalam bentuk financial, ada juga yang dalam bentuk kepuasan seperti yang dijelaskan dalam teori maslow tenntang kebutuhan akan motivasi. jadi sebagai seorang karyawan jika kita masih mengeluhkan mengenai apresiasi apa yang diberikan perusahaan kepada kita sebaiknya diTelaah dahulu dan diamati secara perlahan teori apa yang digunakan oleh sebuah perusahaan dalam memotivasi karyawannya, sehingga tidak terjadi kesalahpahaman.

  6. Tingkat kehidupan karyawan sebuah bank akan mempengaruhi reputasi bank tsb. Bayangkan jika karyawan sebuah bank hidup kekurangan, banyak utang maka imej masyarakat thd bank tsb akan jelek. Jadi manajemen sebuah bank hendaknya jangan menganggap bahwa meningkatkan kesejahteraan karyawan ke tingkat yg lebih baik merupakan beban, tetapi seharusnya dianggap sebagai sebuah investasi utk meningkatkan reputasi bank ybs..

  7. saya bekerja selama 5th di BRI, tidak pernah merasakan ijp, bonus seperti halnya CS dengan status organik atau tetap, padahal jika dilihat dan dibandingkan dengan pekerjaan CS outsourcing sekarang, beban kerjanya lebih banyak sekarang.
    CS di BRI bukan hanya melayani dan marketing sesuai standar layanan, tetapi juga pemegang kunci atm, pasword atm, pemegang kunci brankas berkas pinjaman dan jaminan, pemegang pasword dan user id data nasabah BRI, pemverifikasi nilai jaminan dan kredit.
    dari kondisi diatas status saya masih outsourcing.
    tp syukur alhamdulillah saya masih dikasih allah swt semangat kerja untuk menghidupi keluarga saya.
    harapan kedepan untuk karyawan seperti saya diperhatikan untuk dapat diangkat sebagai karyawan tetap.

    • Untuk assesment jaminan dan kredit hanya boleh dilakukan oleh pihak AO karena untuk melakukan hal tersebut harus memiliki PDWK, dan tidak bisa semua pegawai BRI berwenang melakukan appraisal jaminan apa lagi menentukan plafon kredit karena hal tersebut sudah melanggar kode etik pegawai dan tidak mungkin rasanya dapat dilakukan,

  8. yaaah y namanya kepentingan Karyawan tidak akan100% terpenuhi oleh perusahaan krna dsan ada kepentingan dari perusahaan dan stakeholder sang pemegang kapital.. menurut saya y ideal itu yang sama2 saling membutuhkan dan memberikan y terbaik sehingga tercipta etos kerja yang berbanding lurus dengan hasil dan kinerja bisnis.. tp menurut saya, sebagus2nya seorang pegawai dan pekerja di perusahaan bonafid masih lebih bagus menjadi pengusaha di perusahaan sendiri.. krna kita y mengcreate, mengendalikan, memberi dan menggaji org… hahahaha Hidup Pengusaha Indonesia :D

  9. Tempat saya bekerja (bank plat merah) hanya bagus diluar nya saja. Urusan kesejahteraan minim dibanding dengan kewajiban kita. Sangat tidak relevan menurut saya. Kesenjangan gaji antara direksi dan karyawan sangat lah besarr!!!.. Parah kerja di bank ini.

  10. pengalaman saya sebagai sales suatu bank terbesar di Indonesia membuat saya bangga karena saya bekerja sepenuh hati dan harus dengan ketulusan, dan semuanya membuahkan hasil, walau di awal sempat pesimis closingan melebihi target dan kurang dari target gaji nya sama saja, namun saya tetap semangat mengejar target dan bekerja dengan penuh tanggungjawab. dan hasil dari yg saya dapat berbuah di akhir tahun, (Lama juga) tp alhamdulillah yaaa…
    masukan buat bank tempat saya bekerja dan bank lain yg ingin maju, jika ingin mencapai target dan berkah hasilnya, sebaiknya insentiv closingannya jangan sampai di tahan dulu… segera dibayarkan, jika dibayarkan segera saya yakin tenaga2 pemasar produk bank pasti makin semangat jualan nya. dan keuangannya juga tercukupi untuk operasional bulan berikutnya (maklum sales gajinya pas2an)

  11. Bank plat merah ini adalah bank dengan laba tertinggi sudah pasti karena Bank plat merah ini punya jurus ampuh membuat laba tetap tertinggi dengan menekan biaya operasional melalui pengurangan overhead cost – Secara perlahan dan sistematis kesejahteraan karyawannya dipangkas untuk mengimbangi penurunan labanya – Tetapi karyawan di force untuk kerja 200% tanpa menggubris penghargaan kepada SDM – terutama untuk si “Pasukan Mikro Bankingnya” yang notabene dan defacto adalah tambang emasnya laba Bank ini tetapi “Gajah dipelupuk mata tak nampak, Semut diseberang lautan nampak” – Mudah2an Manajemen Bank ini introspeksi dan kembali melihat jati diri nya……Amin!!!

  12. bank harus lebh memperhatikn kesejahteraan karyawan bukan hanya mau memeras tenaga karyawan utk dijadikan komiditi pencari income namun income karyawan pun harus diperhatikn…

  13. Jadi kaya gini nasib pensiunan Bank yang katanya punya jaringan terluas di Indonesia http://www.neraca.co.id/harian/article/30563/Pensiunan.BRI.Siap.Demo.Nasional
    Wah-wah habis manis sepah dibuang. Padahal konon katanya punya semboyan “Penghargaan Kepada SDM”.
    Terus gimana dengan nasib pegawai kontrak dan outsourcing bank tersebut, mereka kan setelah “kadaluarsa” dibuang tanpa mendapat pesangon dan uang pensiun.
    Tapi mungkin sebelum masa “kadaluarsa” datang, mereka sudah melarikan diri……wessssss
    Pantas petinggi bank tersebut pamer kepada DPR setiap tahun merekrut 10.000 an karyawan baru, padahal itu cuma menutup jumlah karyawan yang pensiun, resign atau melarikan diri.

  14. BRI selalu memberikan yang terbaik buat semua karyawan nya, bagi karyawan outsorcing BRI selalu memberi kesempatan untuk ikut job opening, itula kesempatan kita untuk berpacu mendapat yg lebih baik lage.jgn berharap untuk menunggu bola.

  15. Semua itu tergantung diri kita sendiri, peluang sebagai pegawai tetap sangat terbuka lebar di bri, banyak yang sudah keluar dari bri tetapi mereka balik lagi ke bri. Rumput tetangga memang selalu lebih hijau tapi rumput di rumah kita asli bukan rumput sintetis. Buat pekerja OS kejarlah prestasi pintu pegawai tetap sangat terbuka lebar. Saya telah membuktikannya

  16. menurut saya dirutnya bri itu pengen cari muka aja biar dikatakan berprestasi dan bisa laku lagi jadi dirut diperusahaan lain.padahal dirut bri itu dari bank bukopin itu bank paling sepi sekali yang semboyannya kartu atm nya banyak mesin atmnya nebeng atm lain,itu krn nasabahnya sepi coba nasabahnya kayak bri bisa jebol itu biaya trx atm di bank lain.klo masalah pekerja kontrak,outsourcing itu adalah sebuah bentuk kebodohan dirut.sebelum dirut sofyan basir bri karyawannya g da yg kontrak atau outsourcing tetapi tetep laba tu BRI.klo ingin laba tertinggi sebetulnya mudah kecilin tu gaju para dirutnya krn gaji mereka kegedean.dan jenjang gaji dari level ke level dijajaran manajemen ke gedean tu.ingat bahwa karyawan itu adalah aset bukan alat untuk mencapai tujuan.klo mau bahas LDR DLR BOPO ayo monggo.itu hanya akal2an Dirut agar cari tenaga murah.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *