Headline, Perbankan

BI Akan Tegur Bank Pemberi “Special Rate”

Cukup banyaknya bank yang memberikan special rate untuk bunga deposito membuat biaya dana menjadi mahal yang berimbas pada suku bunga pinjaman, untuk itu Bank Indonesia akan menegur bank-bank yang terbukti memberikan suku bunga di atas suku bunga penjaminan LPS. Paulus Yoga

Jakarta–Bank Indonesia (BI) akan menegur bank-bank yang memberikan bunga deposito “special rate” atau melebihi tingkat suku bunga penjaminan Lembaga Penjamin Simpanan (LPS). Bank sentral baru akan memberikan sanksi bila bank-bank tersebut tidak mengindahkan imbauan untuk menurunkan.

“Kami akan tegur bank yang bersangkutan. Kalau sudah ditegur kan ada implikasinya dalam konteks sistem pengawasan. Memang untuk pertama itu teguran dulu,” tutur Deputi Gubernur BI Halim Alamsyah, saat ditemui wartawan di Gedung BI, Jakarta, Selasa, 29 Mei 2012.

Bank sentral sendiri telah melakukan survei kepada 71 bank, dan menemukan sebanyak 67 bank memberikan special rate, dan mencakup sekitar 36% dari total nasabah bank-bank yang disurvei tersebut memeroleh imbal hasil di atas suku bunga penjaminan sebesar 5,5%.

Halim menjelaskan, sanksi yang akan diberikan jika bank mankir dari teguran pengawas bank BI adalah penurunan terhadap penilaian beberapa aspek di bank yang bersangkutan. Sebagai contoh, penilaian terhadap kesehatan keuangan bank tersebut dapat semakin berkurang.

“Kita tidak sampai atur ke sana (secara rigid). Tapi kita akan buat benchmark, lebih ke komposisi biaya, biaya intermediasi, cost of fund, overhead. Itu yang kita benchmark agar kami mengetahui apakah bank itu efisien atau tidak,” tutupnya. (*)

6 comments

  1. Uallllah gertak sambal… ngapain BI kurang kerjaan nagtur-ngatur sampai detail begitu…. kalau memang sampai hal kecil yg merupakan porsi bank BI mau atur dan intervensi serta main ancam pengaruh di kesehatan Bank bersangkutan segala, ya sebaiknya ambil alih saja semua bank dan dikelola BI sendiri. Ayo perbankan jangan anggap imbauan BI, lakukan yang perlu dilakukan sesuai dengan kebutuhuan pendanaan Bank anda dan dalam rangka menjaga loyalitas nasabah-nasabah anda

  2. BI kalau tugasnya hanya jadi polisinya perbankan sptnya tidak optimal. Katanya pasar bebas tapi diatur ini itu dgn tujuan suku bunga turun spy kredit murah spy obligasi Pemerintah bunganya jg ringan dan laku kalau dijual,itu namanya bayar hutang negara dgn gali lobang tutup lobang. Kalau ada bank beri bunga simpanan tinggi biar saja masyarakat yg nilai spy dewasa dan pintar.Bunga kredit tinggi misal 19% ok saja kalau pasar bisa beri return usaha 30%. Ngapain pinjam dana bank..katanya hrs mandiri…pasar yg hrs dikembangkan bukan penalti bank dgn bunga tinggi. Memangnya modal dan resiko bank dan usaha BI yg tanggung?…Diciptakan kebijakan utk hrs pinjam utk modal…lihat tuh USA dgn doktrin Freemasson nya, jadinya apa?

    • setuju banget deh… sudah waktunya ditinjau sistem penjaminan bunga simpanan LPS, karena tidak efektif dan terbukti tidak diikuti dan direspon secara proporsional oleh perbank-an. Kalau hal tsb diteruskan, enak sekali LPS, premi mengalir secara pasti dengan berlindung dibalik undan2 yg mewajibkan perbankan bayar premi, pada kenyataannya banyak bank yg memberi bunga diatas LPS atau simpanan diatas 2 milyar…. yang tentu saja apabaila terjadi sesuatu pada bank yg menanggung juga deposan. Berari bunga LPS sudah tidak mencerminkan kondisi riil dengan begitu mending tanpa LPS, biarlah deposan yg selektif memilih bank dgn segala resikonya, karena bunga penjaminan LPS 5.5% potong pajak hanya 4.4%, apa hasilnya, bunga kredit masih diatas 12%, makin gemuk saja pemilik bank, deposan buntung dapat yield dibawah inflasi, debitur juga hancur dengan bunga yg masih mencekik.

  3. bank berani kasi special rate tinggi karena mereka melempar dana tsb ke kredit mikro dengan bunga yang super tinggi, jadi BI juga harus mengatur batas maksimal pemberian suku bunga kredit

  4. Yang terpenting untuk win-win solution perihal special rate->antara bank dengan nasabah baiknya semua Bank terus dipantau LDR nya oleh masyarakat/nasabah jika akan menempatkan dananya di Bank,Tugas BI dan Bank umum harus benar-benar mengkomunikasikannya ke publik dengan gamblang serta mudah agar DPK makin cerdas.

  5. BI kalo udah begini, kebijakannya ditunggangi sama Bank2 besar supaya porsi DPK mereka tidak termakan sama pesaing bank2 kecil, jangan jauh2 deh BI dan pemerintah berkaca ,banyak instansi pemerintah yg punya dana nganggur dan minta special rate pula, jadi artinya jangan disalahkan banknya terus dunks…yg tukang minta special rate juga ditindak dunks…kalo fair play…kalo BI terus2an bikin statement yg tidak enak dan membuat kondisi perekonomian indonesia menjadi rusak…nanti saya minta tolong saudara saya yang di KPK untuk periksa tuh oknum pejabat BI , apalagi yg bikin statement…

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *