Headline, Perbankan, Shariah Insight

Pembiayaan Perbankan Syariah Capai Rp109,1 Triliun

Dalam setahunan, pertumbuhan perbankan syariah melaju cepat baik dari sisi pembiayaan dan pendanaan. Paulus Yoga

Bandung–Bank Indonesia (BI) mencatat pembiayaan industri perbankan syariah mencapai Rp109,1 triliun pada triwulan satu 2012, meningkat 46,83% dibanding periode yang sama tahun sebelumnya sebesar Rp74,3 triliun.

“Pembiayaan perbankan syariah tumbuh dalam setahunan dari Rp74,3 triliun menjadi Rp109,1 triliun pada triwulan satu 2012,” ungkap Direktur Eksekutif Perbankan Syariah Bank Indonesia Edy Setiadi, kepada wartawan di Bandung, Jawa Barat, Selasa, 8 Mei 2012.

Ia menambahkan, dari sisi rasio pembiayaan bermasalah atau non performing financing (NPF) secara net mengalami perbaikan dari 2,02% menjadi 1,69%. Sementara pembiayaan sebagian besar masih menggunakan akad murabahah ata jual-beli.

“Untuk murabahah pembiayaan mencapai Rp61,4 triliun, kemudian mudharabah dan musyarakah hampir sama, ini sudah hampir 30% masing-masing dari total. Untuk segmen lebih ke sektor produktif, khususnya pembiayaan usaha mikro, kecil dan menengah (UMKM),” tukasnya.

Edy menjelaskan, penggunaan akad qardh untuk gadai atau rahn sempat melonjak naik kala produk gadai menjadi populer di setengah tahun 2011. Bank sentral mencatat pada Maret 2011 pembiayaan qardh baru sebesar Rp6,7 triliun, melonjak drastis menjadi Rp13 triliun di akhir tahun, dan kembali melorot menjadi Rp11,4 triliun pada Maret 2012 selepas ditetapkan aturan baru soal gadai emas.

Sementara dari sisi dana pihak ketiga (DPK) tercatat naik 50,15% dari Rp79,65 triliun menjadi Rp119,6 triliun. Menjadikan total aset perbankan syariah tumbuh 50,09% dalam setahunan dari Maret 2011 sebesar Rp101,2 triliun menjadi Rp151,9 triliun pada Maret 2012.

“Untuk jaringan kantor tumbuh 21% dalam setahunan per Maret 2012, dari 1.867 menjadi 2.260,” tutup Edy. (*)

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *