Moneter dan Fiskal

Pemerintah Ajukan Asumsi Ekonomi dalam APBN 2013

Pada 2013, kinerja ekonomi global diperkirakan membaik dengan tingkat ekspansi mencapai 4,1%. Negara berkembang dan emerging economies masih akan menyumbang pertumbuhan ekonomi global yang diperkirakan  tumbuh 6% pada 2013. 

Jakarta–Pemerintah mengajukan asumsi makro dalam Kerangka Ekonomi Makro dan Pokok-Pokok Kebijakan Fiskal (KEM-PPKF) tahun anggaran 2013, yang disampaikan Menteri Keuangan Agus D.W. Martowardojo, saat rapat paripurna di gedung DPR, Jakarta, Rabu, 16 Mei 2012.

Seperti dikutip dari website Kementerian Keuangan, asumsi-asumsi tersebut, antara lain pertumbuhan ekonomi sebesar 6,8-7,2%, inflasi 4,5-5,5%, suku bunga SPN 3 bulan sebesar 4,5-5,5%, nilai tukar Rupiah Rp8700-Rp9300 per dolar AS, Indonesian Crude Price (ICP) 100-120 dolar AS, serta lifitng minyak 910-940 ribu barel per hari.

“Angka-angka ini didasarkan pada perkembangan ekonomi terkini secara global maupun domestik,” kata Menkeu.

Pada 2013, kinerja global diperkirakan akan membaik dengan tingkat ekspansi mencapai 4,1%. Selain itu, negara berkembang dan emerging economies masih akan menyumbang pertumbuhan ekonomi global yang diperkirakan akan tumbuh sebesar 6% pada 2013, di mana volume perdagangan dunia diperkirakan akan tumbuh di level yang cukup tinggi, yaitu 5,6% dengan dukungan ekspor sebesar 7,2% dan impor 8,1%.

“Meskipun begitu, beberapa tantangan dan potensi risiko di 2013 harus tetap diwaspadai, dari ketidakpastian pemulihan kawasan Eropa, potensi perlambatan ekonomi negara-negara maju dan masih tingginya fluktuasi harga minyak dunia,” jelas Menkeu. (*)

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *