Headline, Keuangan

Persamaan Persepsi dan Koordinasi, Kunci Sukses OJK

Untuk menciptakan kerja sama antar-otoritas dalam OJK melakukan fungsi dan tugasnya, maka harus ada semacam program keselarasan. Hal ini diyakini akan mampu menghindari terjadinya kegagalan kerja. Angga Bratadharma

Jakarta–Pemerintah, Bank Indonesia (BI) dan Otoritas Jasa Keuangan (OJK) harus bisa melakukan persamaan persepsi melalui forum tatap muka baik kepada industri perbankan maupun lembaga keuangan non bank. Hal ini guna menghindari kegagalan kinerja OJK ke depan.

“Ini perlu dilakukan (persamaan persepsi). Soalnya, persoalan yang paling menonjol pada industri keuangan itu ada pada lemahnya koordinasi antar-otoritas”, ucap Calon Dewan Komisioner (DK) Otoritas Jasa Keuangan (OJK) Kusumaningtuti Sandriharmy, dalam Fit and Proper Test, di DPR, Jakarta, Rabu, 13 Juni 2012.

Menurutnya, untuk menciptakan kerja sama antar-otoritas dalam OJK melakukan fungsi dan tugasnya, maka harus ada semacam program keselarasan. Hal ini diyakini akan mampu menghindari terjadinya kegagalan kerja pada OJK di waktu mendatang.

“Gagalnya OJK seperti di Inggris itu disebabkan memang tidak adanya koordinasi dan penyamaan persepsi. OJK nanti harus dilengkapi juga dengan sistem dan teknik pengambilan keputusan yang baik”, terangnya.

Ia menerangkan, OJK juga jangan sampai mengetahui suatu lembaga keuangan rusak setelah kondisinya sudah parah. Koordinasi dan penyamaan persepsi menjadi kunci agar hal tersebut tidak terjadi.

“Jadi, jangan sampai lembaga keuangan diketahui setelah parah. Koordinasi dan penyamaan persepsi itu penting”, tutup Kusumaningtuti. (*)

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *