Ekonomi dan Bisnis, Headline

Total Kebutuhan Kedelai Nasional Capai 2,2 Juta Ton

Hingga saat ini, AS merupakan produsen terbesar kedelai di dunia, dimana kedelai AS diserap oleh China sebanyak 61,5%, Meksiko 8,74%, Jepang 5,24% dan Indonesia sebesar 5,11%. Rully Ferdian

Jakarta–Berdasarkan data Badan Pusat Statistik (BPS) pada 2011, produksi kedelai lokal hanya sebesar 851.286 ton atau 29% dari total ketersediaan kedelai pada tahun tersebut. Sementara itu, impor kedelai pada 2011 sebanyak 2.088.615 ton atau 71% dari total ketersediaan.

Dalam keterangan pers yang dikeluarkan Kementerian Perdagangan, di Jakarta, Kamis, 26 Juli 2012, dijelaskan, pada tahun ini, total kebutuhan kedelai nasional diperkirakan mencapai 2,2 juta ton. Jumlah tersebut akan diserap untuk pangan/pengrajin sebesar 83,7% (1.849.843 ton); Industri Kecap, Tauco, dan lainnya sebesar 14,7% (325.220 ton); benih sebesar 1,2% (25.843 ton); dan untuk pakan 0,4% (8.319 ton).

Harga kedelai internasional pada Minggu III Juli 2012 sudah mencapai USD 622 per ton atau Rp8.345 per kg untuk harga paritas impornya di dalam negeri. Harga ini jauh lebih tinggi jika dibandingkan harga tertinggi pada 2011, yaitu pada Februari yang berkisar USD 513 per ton atau harga paritas impornya di dalam negeri sekitar Rp. 6.536 per kg.

Impor kedelai terbesar Indonesia pada 2011 berasal dari Amerika Serikat (AS) dengan jumlah 1.847.900 ton, Malaysia 120.074 ton, Argentina 73.037 ton, Uruguay 16.825 ton dan Brasil 13.550 ton.

Hingga saat ini, AS merupakan produsen terbesar kedelai di dunia, dimana kedelai AS diserap oleh China sebanyak 61,5%, Meksiko 8,74%, Jepang 5,24% dan Indonesia sebesar 5,11%. (*)

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *