Headline, Pasar Modal

BEI: 54 Emiten Telat Sampaikan Laporan Keuangan

Selain keterlambatan dalam penyampaian laporan keuangan BEI juga mencatat ada beberapa pelanggaran emiten terkait dengan laporan keuangan. Apa saja? Dwitya Putra

Jakarta–Bursa Efek Indonesia (BEI) mencatat hingga saat ini jumlah emiten yang tercatat sempat telat menyampaikan laporan keuangan LK tahunan (audit) 2011 mencapai 54 emiten. Selain laporan keuangan tahunan, sepanjang triwulan I sebanyak 74 emiten juga tercatat terlambat melaporkan laporan keuangan.

“Sedangkan triwulan II ada 29 emiten yang telat melaporkan laporan keuangan,” kata Direktur Penilaian Perusahaan BEI, Hoesen, kepada wartawan, di gedung BEI, Jakarta, Senin, 13 Agustus 2012.

Hoesen menuturkan, dari historis tersebut, selain keterlambatan dalam penyampaian laporan keuangan BEI juga mencatat ada beberapa pelanggaran emiten terkait dengan laporan keuangan.

Emiten sering menyampaikan komponen laporan keuangan tidak lengkap, terlambat menyampaikan rencana melakukan audit atau penelahan terbatas atas laporan keuangan interim, penyajian yang tidak sesuai dengan PSAK, angka laporan keuangan yang tidak sesuai dengan penjelasan dalam catatannya dan sering informasi dalam laporan keuangan berbentuk softcopy tidak sama dengan laporan keuangan dalam bentuk hardcopy.

“Kadang angka dalam laporan keuangan yang tidak dapat dibuktikan kebenaran dan kejadian setelah tanggal laporan keuangan yang belum memadai,” pungkasnya.

Sekedar informasi, adapun mekanisme pelaporan keuangan yang benar yakni sejak bulan Desember 2007, pelaporan keuangan bursa dilakukan melalui sistem pelaporan elektronik yang disebut IDXnet.

Emiten tetap harus melaporkan lewat surat informasi ke Bapepam-LK, meski sudah dilakukan lewat IDXnet. Laporan wajib disampaikan bersamaan dengan penyampaian informasi tersebut ke publik, termasuk iklan.

Informasi laporan keuangan harus sama antara softcopy dengan hardcopy. Kewajiban pelaporan tetap berlaku meskipun saham perusahaan tercatat sedang kena suspend.  Terakhir kebenaran yang disampaikan, sepenuhnya menjadi tanggung jawab perusahaan tercatat. (*)

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *