Headline, Moneter dan Fiskal

Nilai Tukar Rupiah Baru Akan Menguat pada Akhir 2013

Masih melemahnya nilai tukar rupiah disebabkan masih akan adanya defisit pada neraca keuangan Indonesia. Bahkan, hal ini akan semakin parah bila defisit yang ada semakin melebar. Angga Bratadharma

Jakarta–Masih tidak stabilnya indikator ekonomi Indonesia, termasuk masih lebarnya defisit transaksi keuangan, membuat nilai tukar rupiah terhadap dolar AS diprediksi akan terus mengalami pelemahan. Namun, pada akhir 2013 dinilai akan menguat.

“Kami melihat enam hingga sembilan bulan akan semakin melemah. Kita menargetkan di level Rp9.600-Rp9.700 pada level yang lumayan fair“, kata RBS Southeast Asian Economist Enrico Tanuwidjaja, kepada wartawan, di Hotel Ritz Carlton, Jakarta, Kamis, 30 Agustus 2012.

Ia mengatakan. masih melemahnya nilai tukar rupiah disebabkan masih akan adanya defisit pada neraca keuangan Indonesia. Bahkan, hal ini akan semakin parah bila defisit yang ada semakin melebar angka presentasenya. Tentu nilai tukar rupiah akan semakin melemah.

Namun, Enrico meyakini bahwa nilai tukar rupiah akan menguat pada akhir 2013. Pasalnya, Indonesia dinilai akan mampu mengurangi angka defisit pada neraca keuangan. Selain itu, kondisi ekonomi akan lebih baik. Pada momentum itu nilai tukar rupiah akan menguat terhadap dolar AS.

“Dengan prediksi ekonomi yang membaik di 2013 rupiah diperkirakan akan menguat akhir tahun 2013 ke Rp9,200. Dasarnya juga karena perkembangan yang berkesinambungan dan cukup teratur”, ujarnya.

Sementara itu, Ekonom Senior Regional Royal Bank of Scotland (RBS) Erick Lueth menambahkan, pelemahan rupiah yang terus terjadi justru malah membantu mengurangi defisit ke depan. Meskipun demikian, kinerja ekonomi global dan Indonesia tetap memiliki pengaruh penting.

“Kami memperkirakan Bank Indonesia akan tetap mempertahankan BI Rate dilevel 5,75% sampai akhir tahun 2013. Hal ini dikarenakan pandangan bahwa memorong suku bunga dapat memperburuk pelemahan rupiah, sehingga akan memicu inflasi lebih tinggi, meningkatkan utang mata uang asing, dan membebani investasi”, tutup Erick. (*)

3 comments

  1. Jangan mata uang asing yang berupa kartal, mending tukar ke mata uang emas dinar, yang nilainya tidak akan berubah sama sekali.

  2. Gila…semua pada gak cinta Indonesia..gak cinta rupiah..justru karena kalian beli USD terus,rupiah melorot…Bangsa yg memalukan..demi kepentingan pribadi,hancurkan ekonomi sendiri..gak usah beli USD,cintai negeri&bangsa sendiri…apa gak kasihan kalo beli USD terus,rupiah melorot terus,gimana nasib sesama bangsa kita yg miskin,gak sanggup beli USD ????ckckckck….gak pejabat,gak rakyatnya…semua egois dan serakah…pantas,duit kita Rupiah tidak dihargai di mata dunia !Kalo Indonesia spt 1998,ingat…yg kaya juga kena dampaknya….Ayo,jual semua USD-nya biar Rupiah kita kuat lagi!Cintai Rupiah!

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *