Ekonomi dan Bisnis, Headline

RI Minta Prioritaskan UKM dalam ASEAN Economic Community 2015

Pentingnya bagi masing-masing negara ASEAN untuk melakukan sosialisasi terkait AEC 2015 dan manfaatnya bagi pihak swasta sehingga mereka dapat terlibat secara aktif dalam proses realisasi AEC 2015. Rully Ferdian

Siem Reap-Menteri Perdagangan RI Gita Wirjawan menekankan pentingnya penanganan isu-isu terkait Equitable Economic Development (EED) untuk mewujudkan ASEAN Economic Community 2015. Kegiatan-kegiatan inisiatif untuk kawasan sub regional, pengembangan usaha kecil dan menengah (UKM), ketahanan pangan dan konektivitas ASEAN menjadi bagian dari EED, dimana UKM menjadi prioritas utama.

Hal itu dikatakan Gita saat menghadiri rangkaian Pertemuan Menteri Ekonomi ASEAN ke-44, di Seim Reap, Kambojo, Rabu, 28 Agustus 2012.

“Kita perlu memberi perhatian serius pada penanganan isu-isu terkait EED karena apabila tidak ditangani dengan baik, maka dapat menjadi ancaman terhadap proses integrasi ekonomi dan memperlambat pencapaian integrasi AEC 2015 dan pasca 2015,” tegas Gita.

Menurutnya, implementasi ASEAN Framework on EED (AFEED) mencatat perkembangan yang cukup baik, ditandai dengan pelaksanaan Konferensi ASEAN Pertama mengenai Financial Inclusion yang telah diadakan pada 27-28 Juni 2012 di Jakarta.

Konferensi financial inclusion akan membantu mempersempit kesenjangan pembangunan melalui upaya pemberdayaan UKM. Para Menteri juga sepakat agar Senior Economic Officials Meeting (SEOM) dapat segera merampungkan program kerja pelaksanaan AFEED.

Para Menteri juga menyadari pentingnya peranan dan keterlibatan private sector khususnya dalam menentukan strategi kawasan dan melaksanakan langkah-langkah inisiatif dalam mengindentifikasikan masalah-masalah yang dihadapi dalam pembentukan AEC.

Terkait dengan isu ini, Gita menekankan pentingnya bagi masing-masing negara ASEAN untuk melakukan sosialisasi terkait AEC 2015 dan manfaatnya bagi pihak swasta sehingga mereka dapat terlibat secara aktif dalam proses realisasi AEC 2015.

Dalam kesempatan dialog dengan ASEAN Business Advisory Council (ABAC) para Gita menyampaikan harapannya untuk meningkatkan peranan ABAC dalam menggerakkan keterlibatan pelaku usaha khususnya UKM dalam mendorong tercapainya AEC 2015.

Pada pertemuan kali ini, para Menteri juga berbagi opini mengenai perkembangan pemulihan krisis ekonomi global yang terjadi di Eropa (Eurozone) dan Amerika Serikat serta dampaknya terhadap perekonomian ASEAN. Meskipun dampak krisis ekonomi global tersebut tidak terlalu memukul perekonomian ASEAN, para Menteri Ekonomi ASEAN tetap berkomitmen untuk memperkuat sentralitas ASEAN, antara lain dengan mengimplementasikan komitmen AEC Blueprint.

Selain itu, para Menteri juga membahas upaya ASEAN dalam memeta ulang arsitektur kawasan melalui konsep Regional Comprehensive Economic Partnership (RCEP) yang kerangkanya disahkan oleh para Kepala Negara/Pemerintahan Negara ASEAN di Bali pada November 2011 lalu. (*)

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *