Perbankan

Bidik Pusat Industri, Bank DKI Buka Cabang di Jababeka

Tahun ini Bank DKI menargetkan membuka 30 kantor layanan baru dengan beberapa di antaranya akan ditempatkan di beberapa kota besar di Indonesia seperti Bandung, Medan, dan Palembang. Rully Ferdian

Jakarta–Mengincar segmen industri, Bank DKI membuka kantor setingkat Cabang Pembantu Jababeka di Cikarang, Bekasi, Jawa Barat, Senin, 24 September 2012. Bank DKI melihat wilayah Jababeka di Cikarang merupakan salah satu pusat industri nasional, dimana nilai ekspornya mampu bersaing dengan Batam.

Direktur Utama Bank DKI Eko Budiwiyono menjelaskan, Cikarang merupakan kawasan industri yang potensial mengingat sekitar 2.125 unit pabrik yang berasal dari 29 negara berlokasi di kawasan tersebut. Jababeka merupakan kota kawasan industri terbesar di Indonesia.

Saat ini luasnya mencapai 5.600 hektar, dengan hampir 4.600 hektar lahan telah terbangun. Banyak pabrik-pabrik besar (manufaktur) baik lokal maupun multinasional, yang mengoperasikan kegiatannya di kawasan industri ini. Tercatat sekitar 1.500 pabrik sudah berdiri. Pabrik-pabrik multinasional berasal dari 29 negara seperti Amerika Serikat, Jepang, Perancis, Inggris, Belanda, Australia, Korea, Singapura, Taiwan, Malaysia, dan lainnya.

“Potensi perekonomian tersebut merupakan kesempatan yang sangat besar bagi Bank DKI untuk turut memasarkan Kredit Modal Kerja dan Kredit Investasi. Selain itu banyaknya tenaga kerja yang tersedia di perusahaan-perusahaan yang berada di kawasan Jababeka, membuka peluang bagi Bank DKI untuk memasarkan produk dana pihak ketiga, ataupun kredit multiguna,” kata Eko, dalam keterangan pers-ya.

Menurutnya, pembukaan kantor di Jababeka tersebut juga memperkuat jaringan kantor Bank DKI yang ada di wilayah Cikarang sebelumnya yakni Capem Cikarang dan Kantor Kas Syariah RS Annisa Cikarang.

Selain peresmian kantor layanan di Jababeka, Cikarang, pada hari yang sama Bank DKI juga meningkatkan status kantor di Walikota Jakarta Utara dari setingkat Cabang Pembantu menjadi setingkat Cabang.

Peningkatan ini dimaksudkan untuk meningkat kan kualitas pelayanan kepada captive market yakni PNS di wilayah Jakarta Utara serta memperluas jaringan pemasaran Bank DKI.

Peresmian kedua kantor tersebut melengkapi jumlah jaringan kantor Bank DKI yang berjumlah total 194 kantor layanan yang terdiri dari 17 kantor cabang konvensional, 2 cabang syariah, 34 cabang pembantu konvensional, 5 cabang pembantu syariah, 105 kantor kas konvensional dan kantor kas syariah, 31 payment point berikut dengan 4 samsat drive thru.

Sepanjang 2012 ini, Bank DKI terus mengembangkan jaringan kantor layanan di antaranya pada 18 Juli 2012 dengan mengoperasikan 2 kantor Cabang Pembantu Konvensional di Sunter dan Bintara, serta 2 Kantor Cabang pembantu Syariah di Ciledug dan Serpong. Pada September, Bank DKI juga untuk kali pertama membuka kantor di luar jabodetabek dengan meresmikan Cabang Raya Darmo Surabaya.

Eko mengatakan, tahun ini Bank DKI menargetkan membuka 30 kantor layanan baru dengan beberapa di antaranya akan ditempatkan di beberapa kota besar di Indonesia seperti Bandung, Medan, dan Palembang.

“Pengembangan jaringan kantor ini tentu saja memerlukan penambahan sumber daya manusia yang tidak sedikit jumlahnya. Karena itu Bank DKI turut mengundang professional muda untuk bergabung bersama kami,” ujar Eko. (*)

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *