Headline, Keuangan

PMK Pendaftaran Jaminan Fidusia Bebani Multifinance

Karena beberapa hal, dalam praktiknya biaya pendaftaran jaminan fidusia bisa membengkak jauh dari nilai biaya yang tercantum pada peraturan. Paulus Yoga

Jakarta–Presiden Direktur PT Bima Multi Finance (Bima Finance) Ninoy Tandra Matheus menilai Peraturan Menteri Keuangan (PMK) Nomor 130/PMK.010/2012 tentang Pendaftaran Jaminan Fidusia Bagi Perusahaan Pembiayaan memberatkan industri, karena dalam praktiknya biaya bisa membengkak.

“Tertulis biaya pendaftaran fidusia untuk motor sebesar Rp75.000 tapi kenyataan bisa mencapai Rp100.000-Rp250.000. Untuk mobil bisa mencapai di atas Rp1 juta,” tukasnya kepada kepada wartawan di Jakarta, Selasa, 11 September 2012.

Dalam PMK yang terbit pada 7 Agustus 2012 tersebut, regulator mewajibkan multifinance yang melakukan pembebanan jaminan fidusia untuk mendaftarkan jaminan tersebut kepada kantor pendaftaran fidusia paling lambat 30 hari sejak perjanjian pembiayaan dilakukan.

Sejumlah sanksi disiapkan oleh regulator kepada multifinance yang tidak mendaftarkan jaminan fidusia, mulai peringatan, pembekuan kegiatan usaha, hingga pencabutan izin usaha.

Menurut Ninoy, selain pembengkakan biaya yang terdiri dari biaya notaris dan biaya administrasi, pendaftarannya juga terkendala kesiapan dari Kantor Kementerian Hukum dan HAM sebagai tempat pendaftaran fidusia yang belum sepenuhnya hadir di seluruh kota di Indonesia. Padahal bisnis pembiayaan saat ini sudah berkembang pesat dengan jaringan kantor tersebar di Tanah Air.

“Pendaftaran fidusia itu pada praktiknya belum tentu satu bulan selesai. Beberapa cabang kami bahkan bisa mencapai dua bulan untuk mendaftarkan fidusia. Jadi sebenarnya regulasi ini dibentuk orang yang tidak tahu kondisi di lapangan. Sayangnya kami sebagai orang yang tahu kondisi lapangan tidak dilibatkan,” keluhnya.

Sebelumnya, pihak Bapepam-LK mengatakan PMK ini lahir untuk melindungi kepentingan multifinance yang selama ini melakukan pengikatan fidusia tetapi belum didaftarkan. Hal tersebut membuat pengikatan fidusia menjadi tidak kuat di mata hukum.

“Kami seragamkan kalau mau bikin pengikatan fidusia maka harus didaftarkan, jangan setengah-setengah. Kalau tidak mau, sekalian jangan pengikatan fidusia,” tutur Ngalim Sawega, Pejabat Sementara Ketua Bapepam-LK belum lama ini.

Niatan Bapepam-LK tersebut, justru tidak sejalan dengan sejumlah multifinance yang keberaran dengan kewajiban pendaftaran tersebut karena menilai akan menambah biaya yang cukup besar. (*)

2 comments

  1. persis kejadiannya kayak arus mudik, tidak siap tapi terus aja maksa…harusnya ya disiapkan dahulu, kalo perlu ada masa percobaan dan masa tenggangnya..
    akhirnya kan membuat industri kita tambah gak kompetitif.

  2. Patuhi aja aturan pemerintah pak, toh untuk kenyamanan bersama. masa sih subsidi seringkali bisa ngasih sampai lebih dari setengah juta tetapi untuk pendaftaran fiducia dianggap memberatkan?

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *