Headline, Moneter dan Fiskal

Menkeu: Redenominasi Bukan Pemotongan Nilai Mata Uang

Pemerintah berhati-hati dalam melakukan dan mensahkan redominasi mata uang. Soalnya, banyak masyarakat yang belum memahami secara maksimal. Pemerintah akan mensosialisasikan agar tidak terjadi salah paham. Angga Bratadharma

Jakarta–Kementerian Keuangan menilai redominasi mata uang Rupiah masih dalam tahap pembahasan Rancangan Undang-Undang (RUU). Bahkan, Redenominasi yang dilakukan perlu ada sosialisasi untuk mencegah terjadinya hal-hal yang tidak diinginkan dalam masyarakat.

“Masih dalam harmonisasi. Rencananya Redenominasi itu harus menyelesaikan RUU dulu. Selain itu, perlu ada diskusi publik agar orang tidak khawatir dan mengira hal itu adalah pemotongan”, kata Menteri Keuangan Agus D.W. Martowardojo, kepada wartawan, di Jakarta, Selasa, 30 Oktober 2012.

Menurutnya, sosialisasi kepada masyarakat menjadi penting mengingat Redenominasi adalah hal baru bagi masyarakat Indonesia. Tentu dengan adanya sosialisasi dan pengertian yang diberikan kepada masyarakat, maka salah paham yang terjadi bisa diminimalisir.

“Ini sesuatu penyederhanaan, tapi tidak ada tujuan memotong uang. Ini nanti disosialisasikan, dan diseminarkan. Jadi, ketika RUU diajukan nanti tidak ada kesalahpahaman yang terjadi”, ungkap Agus.

Agus menerangkan, Redenominasi dilakukan sebagai upaya mengimbangi kemajuan bangsa yang sekarang ini terjadi. Untuk itu, Agus menekankan agar masyarakat Indonesia untuk tidak perlu khawatir akan adanya pemotongan nilai mata uang di Indonesia.

“Sebagai negara maju, maka mata uang kita perlu diRedenominasi. Uang kita kan digunakan oleh masyarakat yang wilayahnya tersebar diseluruh penjuru Indonesia. Indonesia itu besar. Jadi, jangan sampai ada salah mengira”, ujar Agus. (*)

 

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *