Headline, Perbankan

Tambah Modal, PermataBank Siapkan Rights Issue Rp2 Triliun

Secara proforma, melalui PUT V ini CAR PermataBank akan meningkat sekitar 210 bps. PUT V ini diperkirakan dapat dituntaskan sebelum akhir Desember 2012. Rully Ferdian

Jakarta–PT Bank Permata Tbk (PermataBank) siapkan rencana peningkatan modal dengan cara melakukan Penawaran Umum Terbatas V (PUT V). Penawaran ini akan semakin memperkuat posisi modal inti (Tier-1 capital) PermataBank untuk mendukung ekspansi usaha.

Direktur Keuangan PermataBank Giridhar S. Varadachari, dalam keterangan pers-nya, di Jakarta, Senin, 22 Oktober 2012, mengatakan, Penawaran Umum Terbatas V ini akan lebih memperkuat struktur permodalan dan memberikan peluang untuk terus mendukung pertumbuhan bisnis.

Melalui PUT V ini, lanjutnya, PermataBank akan mengeluarkan tambahan saham Kelas B sebanyak 1.642.481.256 (satu miliar enam ratus empat puluh dua juta empat ratus delapan puluh satu ribu dua ratus lima puluh enam) lembar dengan harga Rp1.215 per lembar saham baru dengan memperhatikan persetujuan yang akan dilakukan pada Rapat Umum Pemegang Saham Luar Biasa (RUPSLB).

Setiap pemegang 11 saham lama yang namanya tercatat dalam Daftar Pemegang Saham Perseroan pada 4 Desember 2012 pukul 16.00 WIB mempunyai 2 Hak Memesan Efek Terlebih Dahulu (HMETD), dimana setiap 1 (satu) HMETD memberikan hak kepada pemegangnya untuk membeli sebanyak 1 saham baru.

“PermataBank memiliki posisi permodalan yang kuat dengan Rasio Kecukupan Modal (CAR) sebesar 13,2% per 30 Juni 2012, jauh di atas persyaratan minimum yang ditetapkan Bank Indonesia. Secara proforma, melalui PUT V ini CAR PermataBank akan meningkat sekitar 210 bps,” ujarnya.

Sebagaimana tercermin dalam laporan keuangan Semester I 2012, PermataBank terus meningkatkan kinerja operasionalnya. Laba operasional (konsolidasi-tidak diaudit) meningkat 18% year-on-year (YoY) menjadi Rp890 miliar.

Total pendapatan operasional meningkat 36% yoy menjadi Rp3,317 triliun didorong oleh pertumbuhan pendapatan bunga dan pendapatan berbasis komisi (fee based income). PermataBank juga terus mengoptimalkan fungsi intermediasinya dalam perekonomian Indonesia, sebagaimana tercermin dalam pertumbuhan penyaluran kredit yang kuat sebesar 41%YoY menjadi Rp84,4 triliun di akhir periode.

Menurut Giridhar, PUT V ini dapat dilakukan setelah diperolehnya persetujuan dari Bank Indonesia, surat efektif dari BAPEPAM-LK dan persetujuan pemegang saham atas PUT V pada RUPSLB yang rencananya akan diselenggarakan pada 22 November 2012.

“PUT V ini diperkirakan dapat dituntaskan sebelum akhir Desember 2012,” jelasnya. (*)

 

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *