Perbankan, Shariah Insight

BI Prediksi Perbankan Syariah Tumbuh 30% pada 2013

Ke depan era perdanganan akan semakin bebas, termasuk dengan perbankan. Untuk menghadapi bebasnya persaingan dengan perbankan yang ada di negara lain, maka kolaborasi menjadi penting. Angga Bratadharma

Jakarta–Krisis global masih akan mengintai. Kalangan industri perbankan syariah perlu mencermati krisis dengan baik. Kolaborasi antara bank induk dengan bank syariah harus terjalin agar keduanya bisa melewati dan menghadapi krisis global yang menerpa dan berimbas kepada performa bank. Namun, di tengah ketidakpastian itu, bank syariah diprediksi masih bertumbuh sebesar 30% pada tahun depan.

Direktur Direktorat Perbankan Syariah Bank Indonesia, Edy Setiadi, kepada Infobanknews.com, di Jakarta, belum lama ini, mengungkapkan, BI tengah mencoba mengkolaborasikan antara bank induk dengan bank anak, yaitu bank syariah. Ini penting manakala pada tahun depan krisis global siap menerjang ekonomi Indonesia.

“Saya sedang mencoba kolaborasikan antara bank induk dengan bank anak. Ini kalau dilihat dari kepemilikan dua-duanya milik sama-sama. Jadi, kayak kantong kanan dan kantong kiri. Nah, bagaimana kolaborasi bank induk dengan bank anak sehingga tidak ada masalah ketika ada krisis”, jelas Edy.

Edy menerangkan, kolaborasi yang dimaksudkan adalah dalam segala hal yang berkaitan dengan perbankan. Tidak diperlukan adanya dualisme dalam suatu tubuh induk dan anak. Pada akhirnya terjalin hubungan baik antara bank syariah dengan induknya. Apalagi bank syariah dapat terbantukan ketika ada krisis yang menerjang, maka bank induk bisa menopang dan membantu keluar dari permasalahan tersebut.

“Lagi pula keberhasilan bank syariah itu juga akan menjadi keberhasilan bank induknya. Jadi, harusnya ketika dari sisi perbankan, levelnya harus sama antara bank syariah dengan bank induk. Hanya saja pemahamanya yang berbeda dengan syariah”, ujar Edy.

Apalagi, lanjut Edy, ke depan era perdanganan akan semakin bebas, termasuk dengan perbankan. Untuk menghadapi bebasnya persaingan dengan perbankan yang ada di negara lain, maka kolaborasi menjadi penting. Kalau kolaborasi yang dimaksud tidak ada, maka akan menjadi sebuah penurunan performa dan hal-hal yang tidak diinginkan bisa saja terjadi.

“Krisis di tahun depan akan berdampak kepada growth-nya. Saya melihatnya begini, kalau ada kerja sama antara bank anak dengan bank induk, maka growth-nya akan tetap save. Saya melihatnya sekitar 30%. Namun, kalau arahnya tidak ada ke kolaborasi, maka saya melihatnya akan ada penurunan performa”, pungkas Edy. (*)

 

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *