Ekonomi dan Bisnis

Apindo: Industri Fashion Butuh Perhatian Pemerintah

Hal ini dilakukan mengingat potensi ekspor dari industri fashion nasional diperkirakan secara rata-rata bisa sekitar USD13 miliar per tahunnya. Dwitya Putra

Jakarta–Asosiasi Pengusaha Indonesia (Apindo) meminta pemerintah untuk bisa meningkatkan perannya dalam mendorong sinergisitas antarindustri penunjang fashion, mulai dari industri bahan baku, tekstil hingga proses kreatif yang dilakukan oleh para perancang busana di Indonesia.

Hal ini dikarenakan peluang dari industri fashion sangatlah besar, bila melihat dari populasi yang mencapai lebih dari 240 juta jiwa di Indonesia.

“Kita bisa lihat banyaknya pameran fashion yang selalu marak dan digemari masyarakat. Ini adalah peluang. Dan pemerintah harus jeli terhadap (potensi) ini. Bagaimana kemudian satu sama lain diantara industri penunjangnya bisa saling terhubung. Industri tekstilnya kuat. Suplai bahan bakunya juga bagus. Ini tugas pemerintah untuk membangun sinergisitas,” kata Ketua Apindo, Sofjan Wanandi, di sela pembukaan Indonesia Fashion Week, di Jakarta Convention Centre (JCC), Kamis, 14 Febuari 2013.

Sofjan menjelaskan, harusnya tidak sulit bagi pemerintah untuk membangun industri fashion yang tersinergi sejak dari hulu hingga hilir karena basis pasarnya yang luas serta tenaga kerja yang juga tersedia. Hanya saja, masalah menjaga kualitas serta sistem promosi yang tepat sejauh ini masih menjadi hambatan di banyak pelaku industri fashion yang ada di Tanah Air.

“Jadi bagaimana kita bisa mendorong industri tekstil agar mau mengembangkan kain-kain khas Indonesia, seperti batik, lurik atau motif-motif khas daerah lainnya. Lalu promosi juga penting. Ini kelemahan kita. Merek lokal harus segera dipromosikan. Masak kita harus minta dipromosikan Malaysia? Mereka terbukti bisa. Kita harusnya juga bisa,” tutur Sofjan.

Sebagaimana diketahui, Kementerian Perindustrian (Kemenperin) pada tahun 2012 lalu pernah memperkirakan bahwa potensi ekspor dari industri fashion nasional secara rata-rata sekitar USD13 miliar per tahunnya. Potensi tersebut diyakini masih bisa dikembagkan hingga dua sampai tiga kali lipat sesuai dengan penetrasi pasar yang bisa dibangun, mengingat industri fashion berbasis pad aide kreatifitas yang tidak terhingga potensinya. (*)

 

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *