Apa alasan Bank Indonesia memprediksi pertumbuhan ekonomi sebesar 6,2% pada triwulan satu 2013? Paulus Yoga
Jakarta–Bank Indonesia (BI) memerkirakan pertumbuhan ekonomi Indonesia sebesar 6,2% pada triwulan satu 2013, dengan konsumsi domestik masih sebagai pendorong utama.
“Pada triwulan satu 2013, pertumbuhan ekonomi diprakirakan mencapai 6,2%, terutama ditopang permintaan domestik,” ujar Direktur Grup Hubungan Masyarakat Bank Indonesia Difi A. Johansyah di Gedung BI, Jakarta, Selasa, 12 Februari 2013.
Setelah memperhitungkan aktivitas ekonomi pada triwulan tiga dan empat 2013 termasuk pengeluaran untuk persiapan Pemilihan Umum (Pemilu), lanjut difi, maka pertumbuhan ekonomi diprakirakan akan mencapai kisaran 6,3%-6,8% untuk keseluruhan tahun 2013.
Perekonomian Indonesia sendiri tumbuh cukup kuat ditopang permintaan domestik, meskipun sedikit melambat dibandingkan periode sebelumnya. Pertumbuhan ekonomi triwulan empat 2012 mencapai 6,11%, sementara untuk keseluruhan tahun 2012 mencapai 6,23%.
“Konsumsi dan investasi pada triwulan empat 2012 masih tumbuh cukup kuat, meskipun sedikit termoderasi dibandingkan triwulan sebelumnya,” kata Difi.
Di sisi lain, imbuhnya, ekspor mulai membaik seiring dengan membaiknya perekonomian di beberapa negara mitra dagang utama seperti China. Namun, pertumbuhan impor masih cukup tinggi seiring dengan kuatnya permintaan domestik. (*)












