Headline, Perbankan

BNI Coba Dalami Sektor Industri Kreatif

Kendati belum bisa memberikan bisnis yang cukup signifikan dari sisi kredit, BNI menilai industri kreatif memiliki potensi yang sangat besar untuk dikembangkan. Paulus Yoga

Jakarta–PT Bank Negara Indonesia (Persero) Tbk (BNI) mulai melirik industri kreatif sebagai sektor yang memiliki potensi besar untuk diberikan kredit. Untuk itu, perseroan berupaya aktif terlibat dengan berbagai event yang terkait dengan pengembangan industri kreatif.

“Belum hitung sendiri porsinya (kredit ke industri kreatif) berapa. Tapi kita mulai, industri ini merupakan industri baru, jadi belum panen. Kita gerakkan dulu. Potensi bisnis ada,” tukas EVP Customer Management Marketing Division BNI Purnomo B. Soetadi, di Jakarta, Selasa, 5 Februari 2013.

Menurutnya, untuk mengembangkan industri kreatif sendiri diperlukan peran serta banyak pihak, tidak hanya industri perbankan. Perseroan sendiri, lanjutnya, berupaya masuk ke industri ini seperti melalui event fashion (fesyen), musik, kesenian sampai kuliner.

“Kita percaya ini bisa jadi andalan bagi industri kita. Ini kita baru start-up. Jadi loan (industri kreatif) belum signifikan dari total loan BNI keseluruhan,” tuturnya.

Khusus di bidang fesyen, perseroan tercatat menjadi salah satu pendukung di event Indonesia Fashion Week 2013, yang akan digelar di Jakarta Convention Center pada 14-17 Februari, sebagai upaya pengembangan industri fesyen di Tanah Air dan memerkenalkannya di mata dunia.

“Indonesia Fashion Week ini jadi salah satu event untuk bisa membangun fesyen Indonesia untuk memiliki daya saing yang lebih bagus. Kami coba mendukung dari sisi kapabilitas finansial,” pungkas Purnomo. (*)

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *