Jumlah cadangan devisa RI yang sebesar USD108,78 miliar per akhir Januari 2013, turun USD4 miliar dari posisi akhir Desember 2012, masih cukup membiayai 5,9 bulan impor dan pembayaran utang luar negeri Pemerintah. Paulus Yoga
Jakarta–Bank Indonesia (BI) mencatat cadangan devisa (cadev) RI sebesar USD108,78 miliar per akhir Januari 2012, atau setara dengan 5,9 bulan impor dan pembayaran utang luar negeri Pemerintah.
“Cadangan devisa sampai dengan akhir Januari 2013 mencapai USD108,78 miliar atau setara dengan 5,9 bulan impor dan pembayaran utang luar negeri pemerintah, di atas standar kecukupan internasional,” tukas Direktur Grup Hubungan Masyarakat BI Difi A. Johansyah, kepada wartawan di Jakarta, Selasa, 12 Februari 2013.
Dari sisi Neraca Pembayaran Indonesia (NPI) sebagai pemasok cadev, bank sentral mencatat masih mengalami surplus sampai dengan triwulan empat 2012. Surplus NPI ditopang oleh surplus neraca transaksi modal dan finansial.
“Di sisi eksternal, NPI pada triwulan empat 2012 membaik tercermin dari meningkatnya surplus meskipun defisit transaksi berjalan lebih tinggi dari perkiraan semula. Perbaikan NPI tersebut terutama disebabkan oleh kinerja transaksi modal dan finansial yang didukung oleh likuiditas pasar keuangan global,” terang Difi.
Ia menambahkan, sementara meningkatnya defisit transaksi berjalan terjadi terutama akibat menurunnya surplus neraca perdagangan non-migas dan meningkatnya defisit neraca perdagangan migas.
“Ke depan, transaksi berjalan pada triwulan satu 2013 diperkirakan mengalami perbaikan, terutama disebabkan oleh membaiknya kinerja ekspor sejalan dengan pemulihan ekonomi negara-negara mitra dagang utama seperti China dan AS,” tutupnya.
Dari data cadev, terjadi penurunan sebesar USD4 miliar dalam sebulanan dari akhir Desember 2012 sampai akhir Januari 2013. Hal ini menurut bank sentral, terjadi dalam upaya pemenuhan pasokan valuta asing di dalam negeri yang pada awal tahun kebutuhannya cukup besar. (*)












