Headline, Pasar Modal

OJK Kaji Upaya Emisi Senilai Rp23,91 Triliun

Berbagai upaya yang dilakukan perusahaan untuk memeroleh tambahan dana, saat ini tengah ditelaah oleh Otoritas Jasa Keuangan. Paulus Yoga

Jakarta–Memulai tugasnya sebagai lembaga pengawasan industri keuangan secara menyeluruh, Otoritas Jasa Keuangan (OJK) sedang mengkaji upaya emisi senilai Rp23,91 triliun dari beberapa emiten dan perusahaan publik.

Deputi Komisioner OJK Noor Rahman mengatakan, beberapa perusahaan berniat melakukan penawaran umum perdana (IPO) saham, yakni PT Dyandra Media International, PT Steel Pipe Industry of Indonesia dan PT Trans Power Marine, dengan target dana masing-masing sebesar Rp1 triliun, Rp855,55 miliar dan Rp90,85 miliar.

“Ketiga calon emiten tersebut akan mendapatkan perizinan efektif yang dijadwalkan pada 13 Februari 2013,” tukasnya kala ditemui wartawan di Jakarta, Kamis, 14 Februari 2014.

Sementata untuk perizinan penerbitan obligasi korporasi, ada tujuh perusahaan yang perizinannya tengah ditelaah OJK. Perusahaan pertama adalah PT Bank OCBC NISP Tbk (NISP) yang akan menerbitkan penawaran umum berkelanjutan (PUB) I tahap pertama Rp3 triliun.

Kemudian ada PT Adira Dinamika Multi Finance Tbk (ADMF) yang akan menerbitkan PUB  II tahap I dan PUB sukuk mudharabah tahap I yang nilai emisinya masing-masing Rp2 triliun dan Rp500 miliar. Lalu ada PT Pembangunan Perumahan (Persero) Tbk (PTPP) yang akan menerbitkan PUB I tahap I senilai Rp700 miliar.

Perusahaan keempat adalah PT BFI Finance yang akan menerbitkan PUB I tahap II Rp625 miliar. Kelima adalah PT Sinarmas Multifinance yang akan menerbitkan obligasi II 2013 senilai Rp1 triliun. Selanjutnya adalah PT Astra Sedaya Finance yang akan menerbitkan PUB I tahap III senilai Rp1,47 triliun dan PT Tiga Pilar Sejahtera Food yang akan menerbitkan obligasi Rp600 miliar dan sukuk ijarah senilai Rp300 miliar.

“Untuk penawaran umum terbatas (rights issue) ada tiga perusahaan yang tengah mengajukan perizinan pendaftarannya,” sambung Noor.

Adapun tiga perusahaan itu adalah PT Toko Buku Gunung Agung Tbk (TKGA) senilai Rp480 miliar yang akan melepas 960 juta saham baru di harga Rp500 per saham. Kemudian PT Trimegah Securities Tbk (TRIM) yang akan melepas 3,45 miliar saham kepada investor di harga Rp80-Rp100 per saham. Lalu PT Perdana Karya Perkasa Tbk (PKPK) yang akan melepas 26 miliar saham ke publik di harga Rp250 per saham dengan nilai emisi Rp6,5 triliun.

Selain itu, lanjut Noor, OJK juga tengah menelaah perizinan beberapa aksi korporasi lainnya, seperti aksi korporasi transaksi afiliasi, transaksi material, dan perubahan kegiatan usaha utama dari TKGA dengan nilai emisi sebesar Rp537,44 miliar.

“Status saat ini belum ada tanggapan dari perseroan, Rencananya perseroan akan menggelar RUPS setelah mendapatkan pernyataan efek pada 13 Februari 2013,” ucapnya.

Emiten selanjutnya adalah PT Rimau Multi Investama yang akan menggelar penawaran tender wajib sebanyak-banyaknya Rp15,8 miliar. Perseroan telah menyampaikan tanggapan efektif pada 11 Februari 2013.

Ada juga aksi korporasi rencana transaksi material dan transaksi afiliasi yang melibatkan mantan emiten namun berstatus perusahaan publik PT Apexindo Pratama Duta USD405 juta. “Saat ini sedang ditelaah dan efektif pada 27 Januari 2013,” tuturnya.

Terakhir ada PT Sumalindo Indah Lestari Tbk (SULI), yang berencana melakukan transaksi material dimana saat ini perizinannya sedang ditelaah OJK, Regulator pasar modal itu sendiri telah memberikan izin efektif pada 8 Februari 2013.  (*)

 

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *