Ekonomi dan Bisnis, Headline

Pemerintah Targetkan Investasi Rp390 Triliun

Dengan rincian realisasi investasi sepanjang 2012 sebesar Rp283 triliun, porsi PMDN terhadap total investasi pada 2012 sebanyak 30% atau dengan nilai Rp76 triliun, dan sisanya berada diporsi PMA. Angga Bratadharma

Jakarta–Badan Koordinasi Penanaman Modal (BKPM) menargetkan realisasi investasi di Indonesia akan sebanyak Rp390 triliun selama 2013. Hingga 2014 pemerintah berharap total realisasi investasi dari tahun-tahun sebelumnya bisa mencapai Rp2500 triliun, dalam upaya berkontribusi menggerakan pertumbuhan ekonomi.

Direktur Perencanaan Industri Agribisnis dan Sumber Daya Alam BKPM Hanung Harimbah, di Jakarta, Rabu, 13 Februari 2013, mengatakan, untuk mendorong dan mendukung pertumbuhan ekonomi Indonesia, dibutuhkan realisasi investasi yang baik. Pada 2012 sendiri realisasi investasi sudah melampaui target yang telah ditentukan.

“Capaian realisasi investasi dari 2010 hingga 2012 sudah melampui target. Investasi pada 2011 tercapai Rp240 triliun, 2012 jadi Rp283 triliun dan untuk target 2013 sendiri itu Rp390 triliun”,ujar Hanung, dalam Economic Outlook 201: 360 Degree Progress Report on Indonesia: Political, Medium dan Long Term Outloo.

Hanung menjelaskan, realisasi investasi yang masuk ke Indonesia sudah mengalami trend perubahan, yakni dari tadinya di sektor informal, sekarang ini sudah memasuki sektor formal. Artinya, ada perubahan mendasar untuk masyarakat mengalami peningkatan dari sisi aktivitas ekonomi.

“Bila total realisasi investasi dibutuhkan hingga 2014 sebesar Rp2500 triliun, maka untuk tahun 2014 sendiri investasi yang masuk ke Indonesia ditargetkan akan sebesar Rp506 triliun”, jelas Hanung,

Hanung menambahkan, dengan rincian realisasi investasi sepanjang tahun 2012 sebesar Rp283 triliun, porsi PMDN terhadap total investasi pada 2012 sebanyak 30% atau dengan nilai Rp76 triliun, dan sisanya berada diporsi PMA dengan nilai Rp206,8 triliun.

“Untuk PMDN sendiri masih di industri makanaan, mineral logam, smelter, transportasi, pergudangan, dan semacamnya. Sedangkan PMA itu tambang, transportasi, alat angkut, dan lain-lain”, pungkas Hanung. (*)

 

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *