Untuk mendukung penyaluran kredit yang dipatok tumbuh di kisaran 16-19%, CIMB Niaga memungkinkan untuk menghabiskan sisa plafon obligasi berkelanjutan yang masih sebesar Rp6 triliun pada semester pertama 2013. Paulus Yoga
Jakarta–PT Bank CIMB Niaga Tbk (CIMB Niaga) akan kembali menerbitkan sisa obligasi berkelanjutan I, sebesar Rp6 triliun pada tahun ini, untuk mendukung penyaluran kredit.
“Kita sudah peroleh izin terbitkan obligasi berkelanjutan Rp8 triliun, sudah dilakukan tahap I sebesar Rp2 triliun tahun 2012. Sisa Rp6 triliun, kita lihat kondisi market, kalau bisa Rp6 triliun ya Rp6 triliun,” tukas Direktur Keuangan CIMB Niaga Wan Razly, kepada wartawan di Graha Niaga, Jakarta, Kamis, 14 Februari 2013.
Menurutnya, penerbitan obligasi tahap selanjutnya fleksibel di kisaran Rp4 triliun sampai dengan Rp6 triliun tergantung dengan pertumbuhan kredit. Rencananya perseroan akan menerbitkan emisi ini pada paruh pertama tahun ini.
“Kalau kredit bagus, itu (obligasi) kita bisa Rp6 triliun. Di semester satu lah, sekarang masih dalam tahap approval (perizinan). Ini kan butuh approval BI. Ya sekitar triwulan dua lah,” tuturnya.
Ia menjelaskan, untuk mendukung pertumbuhan kredit di atas 16%, dibutuhkan penyaluran kredit baru sekitar Rp20 triliun. Perseroan, kata Wan Razly, akan memenuhinya dana pihak ketiga (DPK), dan penerbitan obligasi.
Tahun ini, anak usaha bank asal Malaysia ini mematok pertumbuhan kredit di kisaran 16-19%. Pada tahun lalu, kucuran kredit tumbuh 16% dari Rp125,7 triliun pada akhir tahun 2011, menjadi Rp145,4 triliun pada akhir 2012. (*)













Pingback: Triwulan II, CIMB Niaga Siap Rilis Obligasi Rp6 Triliun « Bukanmain