Headline, Pasar Modal

Fakta, Belum Banyak Orang Tahu Investasi Reksa Dana

Presiden Direktur Manulife Aset Managemen Indonesia, Legowo Kusumonegoro (Foto: Zitni Hasan)

Masyarakat dihimbau perlu menyadari bahwa dana yang ditempatkan di rekening tabungan berbunga rendah, yang pada akhirnya tergerus inflasi. Dwitya Putra

Jakarta–PT Manulife Aset Managemen Indonesia (MAMI) akan luncurkan program investasi secara reguler ke masyarakat.┬áProgram ini sebagai salah satu bentuk sosialisasi untuk memberikan pemahaman kepada masyarakat terkait pentingnya investasi, khususnya di reksa dana. Hal ini juga sekaligus mengindikasikan bawa belum banyak orang tahu berinvestasi di reksa dana.

“Bulan ini kita luncurkan program investasi secara berkala versi MAMI,” kata Presiden Direktur MAMI Legowo Kusumonegoro, kepada wartawan, di Jakarta, Selasa, 2 April 2013.

Langkah ini, kata Legowo, sebagai tindak lanjut dari survei yang dilakukan oleh Manulife Investor Sentiment Indeks (ISI) yang mengungkapkan investor Indonesia ternyata paling optimistis di Asia terhadap berbagai macam instrumen investasi.

Namun, dari keoptimisan tersebut, investor Indonesia masih lebih memilih dana tunai (tabungan) dan properti dibandingkan dengan saham maupun reksa dana.

Itu artinya, ivestor Indonesia saat ini lebih suka berinvestasi ke arah yang minim resiko, seperti tabungan, deposito dan lain-lain. Padahal, sambung Legowo, masyarakat harus menyadari bahwa dana yang ditempatkan di rekening tabungan berbunga rendah pada akhirnya akan tergerus oleh inflasi.

Legowo mengaku, ada sebuah kebutuhan untuk memobilisasi tabungan secara lebih efisien dengan instrumen investasi lainya seperti reksa dana.

“Kita sudah liat dari sini (survei ISI) investor ingin berinvestasi, namun kita lihat investor belum berani investasi dalam jumlah besar. Untuk itu mereka masih perlu mengetahui solusi investasi yang mudah dan simple dan murah,” ujarnya. (*)

 

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *